- Rumah Saepuloh di Kampung Ciloa, Tegalbuleud, ambruk tiga bulan lalu karena material lapuk, memaksa mereka mengungsi.
- Keterbatasan ekonomi Saepuloh sebagai buruh serabutan menghalangi perbaikan rumah peninggalan orang tuanya tersebut.
- Pemerintah Desa Calingcing telah melapor pada Januari 2026, namun bantuan program Rutilahu belum diterima hingga Maret.
SuaraJabar.id - Bagi Saepuloh (46), rumah bukan lagi tempat untuk pulang dengan tenang. Bangunan permanen berukuran 6 x 12 meter di Kampung Ciloa, Desa Calingcing, Kecamatan Tegalbuleud itu kini lebih menyerupai monumen kesedihan.
Sudah tiga bulan lamanya, rumah peninggalan orang tuanya itu ambruk, meninggalkan puing-puing yang membisu tanpa sentuhan perbaikan.
Lelaki yang sehari-hari menyambung hidup sebagai buruh serabutan ini harus menelan pil pahit. Pendapatannya yang tak menentu memaksa Saepuloh, istrinya Jejeh, dan kedua anak laki-lakinya angkat kaki dari tanah kelahiran mereka sendiri. Kondisi bangunan sudah terlalu berbahaya untuk sekadar dijadikan tempat berteduh.
"Bagian dapur sudah rata dengan tanah, kayu penyangganya patah semua. Kalau hujan turun, air langsung masuk tanpa permisi," ungkap seorang warga setempat dengan nada prihatin, Kamis (26/3/2026).
Sebenarnya, tanda-tanda kerusakan sudah lama terlihat. Material bangunan yang lapuk dimakan usia perlahan-lahan menyerah pada gravitasi.
Namun, keterbatasan ekonomi menjadi tembok besar bagi Saepuloh. Jangankan untuk merenovasi rumah, untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari saja ia harus membanting tulang dengan upah kuli yang pas-pasan.
Kini, keluarga kecil ini terpaksa mengungsi. Mereka menumpang di rumah kerabat di kampung sebelah, meski masih dalam lingkup Desa Calingcing.
Rasa sungkan tentu ada, namun mereka tak punya pilihan lain selain bertahan di bawah atap orang lain demi keselamatan nyawa.
Pemerintah Desa Calingcing bukannya menutup mata. Sekretaris Desa, Ramdan, menegaskan bahwa pihaknya telah melayangkan surat permohonan bantuan sejak awal tahun.
Baca Juga: Info Arus Balik! Tol Bocimi Seksi 3 Resmi Fungsional Searah, Gratis dan Lebih Cepat
“Laporan sudah kami kirimkan per 12 Januari 2026 ke Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Sukabumi. Kami juga tengah memperjuangkan agar keluarga Pak Saepuloh mendapatkan kuota program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Dinas Perkim tahun ini,” jelas Ramdan.
Namun, birokrasi seringkali tak secepat air hujan yang masuk ke rumah bocor. Hingga menjelang akhir Maret, bantuan yang dinanti belum juga menampakkan tanda-tanda akan turun.
Ramdan pun berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi bisa memberikan atensi khusus dan menambah kuota Rutilahu untuk desanya.
Kisah Saepuloh adalah satu dari sekian banyak potret warga di pelosok Sukabumi yang masih terjepit di antara reruntuhan rumah dan lambatnya uluran tangan pemerintah.
Kini, di tengah pengungsiannya, Saepuloh hanya bisa berharap, semoga sebelum tahun berganti, ia bisa kembali membawa keluarganya pulang ke rumah yang layak, bukan ke bawah puing-puing yang mengancam.
Artikel ini telah ditayangkan di website sukabumiupdate.com media jaringan Suara.com dengan judul "Rumah Ambruk, Satu Keluarga di Tegalbuleud Terpaksa Mengungsi"
Berita Terkait
-
Info Arus Balik! Tol Bocimi Seksi 3 Resmi Fungsional Searah, Gratis dan Lebih Cepat
-
Akhir Teduh Polemik Larangan Salat Id: Wali Kota Sukabumi Minta Maaf ke Warga Muhammadiyah
-
Menanti Ketuk Palu Jakarta: Pemkab Sukabumi Bersiap Terapkan WFH Demi Tekan Konsumsi BBM
-
Saat Tabung Gas 3 Kg Menjadi Barang Mewah: Penyebab Tabung Melon Langka di Sukabumi Selatan
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Merinding Lihat Karya APFI 2026, Bupati Bogor: Ini Lorong Sejarah Perjalanan Bangsa
-
5 Fakta Skuad Persib Diserang Verbal di Bandara Sepinggan: Beckham Putra Nyaris Terpancing Emosi
-
Kronologi Persib Diserang di Bandara: Oknum Suporter 'Nyebrang' Gate Demi Provokasi Maung Bandung
-
Modus Deepfake Marak di Media Sosial, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Digital
-
Bupati Bogor: Aktivitas Tambang Berizin Boleh Berjalan, yang Ilegal Tetap Ditutup