- Penyelesaian polemik izin Salat Idulfitri di Lapang Merdeka terjadi melalui dialog antara Pemkot Sukabumi dan PD Muhammadiyah pada 26 Maret 2026.
- Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, meminta maaf secara terbuka kepada warga Muhammadiyah atas penolakan izin penggunaan lapangan tersebut sebelumnya.
- Muhammadiyah mendorong Pemkot mengevaluasi kebijakan agar pengelolaan ruang publik seperti Lapang Merdeka lebih adil dan inklusif di masa mendatang.
SuaraJabar.id - Ketegangan yang sempat mewarnai hubungan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi dan warga persyarikatan Muhammadiyah menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, akhirnya berujung pada sebuah penyelesaian yang sangat menyejukkan hati.
Bara polemik terkait penolakan izin penggunaan Lapang Merdeka (Lapdek) untuk pelaksanaan Salat Idulfitri beda hari itu, sukses dipadamkan lewat jalur tabayun (dialog) dan kebesaran jiwa seorang pemimpin daerah.
Kamis (26/3/2026), sebuah pertemuan penting dan bersejarah digelar di Kampus Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI).
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, duduk satu meja dengan jajaran Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Sukabumi. Momen tersebut dibagikan langsung oleh sang Wali Kota melalui unggahan di media sosial pribadinya.
Ia mendeskripsikan pertemuan itu tidak lagi dibalut tensi birokrasi yang kaku, melainkan mengalir dalam suasana dialog yang sangat hangat, kekeluargaan, dan konstruktif.
Kedua belah pihak saling menurunkan ego, bertukar pandangan, dan mencari benang merah demi satu tujuan mulia, menjaga kondusivitas, kenyamanan, serta kekhusyukan seluruh umat Islam di Kota Sukabumi dalam menjalankan ibadah, tanpa peduli perbedaan metodologi penanggalan.
Dalam meja bundar tersebut, PD Muhammadiyah Kota Sukabumi tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyampaikan unek-unek dan harapan besarnya ke depan.
Mereka mendorong agar Pemkot Sukabumi mengevaluasi diri, sehingga pelaksanaan kegiatan keagamaan di ruang publik milik negara (seperti Lapang Merdeka) kelak dapat dikelola dan ditata dengan lebih adil.
Ruang publik haruslah bersifat inklusif (merangkul semua golongan), dan kebijakannya harus mampu memperkuat nilai kebersamaan, bukan justru menciptakan sekat di tengah masyarakat.
Baca Juga: Menanti Ketuk Palu Jakarta: Pemkab Sukabumi Bersiap Terapkan WFH Demi Tekan Konsumsi BBM
Kolaborasi harmonis pasca-konflik antara pemerintah daerah dan organisasi Islam tertua di Indonesia ini diharapkan menjadi blueprint (langkah positif) dalam membangun harmoni sosial dan menaikkan level toleransi di Kota Mochi tersebut.
Harmoni ini tentu tak lahir dari ruang hampa. Publik tentu masih ingat dengan jelas riuhnya pemberitaan sebelum Lebaran.
Warga Muhammadiyah Kota Sukabumi dipastikan tidak mengantongi izin dari Pemkot untuk menggelar Salat Idulfitri 1447 H di Lapang Merdeka pada Jumat (20/3/2026), sehari lebih awal dari ketetapan pemerintah pusat.
Ketua PD Muhammadiyah Kota Sukabumi, Ade Rahmatullah, saat itu membenarkan bahwa keputusan memindahkan lokasi salat ke area Kampus UMMI dan perguruan SD Aisyiyah Cipoho adalah langkah darurat pasca-turunnya surat penolakan.
Kekecewaan pun sempat membuncah. “Kami cukup menyesalkan karena permohonan kami tidak diberikan izin (oleh Pemda),” ujar Sekretaris PD Muhammadiyah Kota Sukabumi, Yana Fajar, menyuarakan kesedihan jemaahnya beberapa waktu lalu.
Namun, di sinilah letak kedewasaan politik seorang Ayep Zaki teruji. Menyadari kebijakannya telah melukai hati sebagian warganya, sang Wali Kota tidak bersembunyi di balik meja kerja Balai Kota.
Tag
Berita Terkait
-
Menanti Ketuk Palu Jakarta: Pemkab Sukabumi Bersiap Terapkan WFH Demi Tekan Konsumsi BBM
-
Saat Tabung Gas 3 Kg Menjadi Barang Mewah: Penyebab Tabung Melon Langka di Sukabumi Selatan
-
Insiden Dramatis di Citarik: Saat Deterjen Menaklukkan Si Jago Merah di Atas Truk Elpiji
-
Buntut Huru dan Hara Mati, Farhan Kasih Ultimatum 30 Hari "Rombak Total" Bandung Zoo
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Merinding Lihat Karya APFI 2026, Bupati Bogor: Ini Lorong Sejarah Perjalanan Bangsa
-
5 Fakta Skuad Persib Diserang Verbal di Bandara Sepinggan: Beckham Putra Nyaris Terpancing Emosi
-
Kronologi Persib Diserang di Bandara: Oknum Suporter 'Nyebrang' Gate Demi Provokasi Maung Bandung
-
Modus Deepfake Marak di Media Sosial, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Digital
-
Bupati Bogor: Aktivitas Tambang Berizin Boleh Berjalan, yang Ilegal Tetap Ditutup