- Sebuah truk pengangkut gas LPG 3 kilogram terbakar hebat di Jalan Nasional Palabuhanratu–Sukabumi pada Kamis sore, 26 Maret 2026.
- Petugas Damkar Palabuhanratu berhasil memadamkan api setelah hampir satu jam menggunakan campuran air dan deterjen karena sulit dipadamkan.
- Insiden ini berhasil tanpa menimbulkan korban jiwa, meskipun truk mengalami kerusakan parah dan penyebab pastinya masih diselidiki polisi.
SuaraJabar.id - Sore yang padat di ruas jalan nasional Palabuhanratu–Sukabumi mendadak berubah menjadi panggung horor. Kamis (26/3/2026), di tengah deru mesin kendaraan yang merayap di Desa Citarik, sebuah truk pengangkut gas LPG 3 kilogram tiba-tiba diselimuti kobaran api hebat.
Asap hitam membubung tinggi, menciptakan pemandangan mencekam yang membuat nyali warga sekitar menciut. Ketakutan akan ledakan besar membayangi pikiran setiap orang yang melintas. Maklum, truk tersebut sedang menggendong ratusan "tabung melon" yang sangat sensitif terhadap panas.
Laporan darurat masuk ke Pos Damkar 1 Palabuhanratu pada pukul 17.12 WIB. Namun, tantangan pertama bukan hanya api, melainkan akses. Arus lalu lintas yang sedang di titik jenuh memaksa petugas berpacu dengan waktu.
"Informasi awal masuk jam 17.12 WIB. Karena kondisi sedang macet parah, petugas baru bisa memulai pemadaman sekitar pukul 17.20 WIB," ujar Danpos Damkar 1 Palabuhanratu, Aceng Ismail.
Tiga unit kendaraan, dua unit pemadam dan satu unit penyelamat, diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan api yang kian beringas melumat badan truk yang melaju dari arah Sukabumi menuju Palabuhanratu tersebut.
Memadamkan kebakaran gas bukan perkara mudah. Air saja sering kali tak cukup. Sifat gas LPG yang terus menyambar selama suplai gas masih ada, membuat api sulit dipadamkan di ruang terbuka.
"Kalau di ruang terbuka, gas memang tidak meledak. Tapi sebelum gasnya habis, api akan terus menyambar dan sangat sulit dipadamkan," jelas Aceng.
Di sinilah kreativitas dan pengalaman petugas diuji. Menghadapi api yang "keras kepala", tim Damkar menggunakan metode tak biasa.
Mencampurkan air dengan deterjen. Cairan pembersih yang biasa ditemukan di dapur atau ruang cuci itu disirkulasikan ke dalam tangki mobil pemadam.
Baca Juga: Asyik Liburan ke Pangandaran, Rumah Watino di Banjar Malah Ludes Dilalap Api
"Kami campurkan air dengan deterjen seperti sabun, lalu disemprotkan langsung ke titik api. Strategi ini terbukti efektif menurunkan suhu dan memutus rantai api gas," tambahnya.
Perjuangan para pendekar api ini membuahkan hasil. Setelah hampir satu jam berjibaku di bawah guyuran air sabun dan panas yang menyengat, si jago merah akhirnya berhasil dijinakkan.
Meski truk tersebut kini hanya menyisakan kerangka besi yang menghitam dan tumpukan tabung gas yang hangus, ada rasa lega yang besar.
Tidak ada ledakan dahsyat yang ditakutkan, dan yang paling penting, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersembunyi.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih menjadi tanda tanya besar yang tengah didalami oleh pihak kepolisian.
Berita Terkait
-
Asyik Liburan ke Pangandaran, Rumah Watino di Banjar Malah Ludes Dilalap Api
-
Niat Bakar Sampah Bikin Jantungan! Musala di Banjarsari Ciamis Nyaris Ludes Terbakar
-
Ngeri! Mobil Muatan Gas Melon Terbakar Hebat di Jalur Palabuhanratu, Warga Ketakutan
-
Jerit Warga Pelosok Sukabumi Cari Gas Melon: Harga Tembus Rp 30 Ribu, Dapur Terancam Tak Ngebul
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Dedi Mulyadi Perintahkan Bupati-Wali Kota Hentikan Izin Pembangunan Wisata dan Perumahan
-
Ketua Viking Imbau Bobotoh Jaga Kondusivitas usai Persib Taklukkan Persija
-
Bersyukur Persib Kalahkan Persija, Ketua Viking: Tinggal Dua Step Lagi Juara
-
Persib Bungkam Persija 2-1, Bobotoh Pesta Kemenangan di Bandung
-
Modus Licin Pengedar Cimahi, Sembunyikan Sabu di Tumpukan Beras Hingga Transaksi di Pos Satpam