- Kelangkaan gas elpiji 3 kg melanda selatan Sukabumi (Sagaranten, Cidolog, Pabuaran) selama hampir dua pekan.
- Kondisi ini menyebabkan kenaikan harga tidak wajar, bahkan mencapai Rp30.000 per tabung di tingkat pengecer.
- Warga terpaksa mencari solusi ekstrem, termasuk menitip sopir angkot mencari pasokan gas ke pusat kota.
SuaraJabar.id - Dapur-dapur di pelosok selatan Kabupaten Sukabumi kini tengah dilanda kecemasan. Asap kompor terancam berhenti mengepul bukan karena tak ada bahan makanan, melainkan akibat lenyapnya "napas utama" perabotan rumah tangga bernama gas elpiji 3 kilogram (kg) alias gas melon.
Krisis kelangkaan energi bersubsidi ini tengah mencekik warga di sejumlah wilayah, membentang dari Kecamatan Sagaranten, Cidolog, hingga Pabuaran.
Pemandangan ibu-ibu yang menenteng tabung hijau kosong dan berkeliling kampung dengan wajah kebingungan, kini menjadi rutinitas harian yang menyesakkan dada.
Kondisi kelangkaan ini diperparah dengan stok di tingkat pengecer yang nyaris kering kerontang, dibarengi dengan lonjakan harga yang sangat tidak masuk akal.
Jhon, salah seorang tokoh warga Cidolog, tak kuasa menyembunyikan kekesalannya. Dikutip dari sukabumiupdate.com, Kamis (26/3/2026), ia menuturkan bahwa "puasa gas" ini telah mendera masyarakat selama hampir dua pekan lamanya.
“Sudah hampir dua minggu penuh masyarakat di sini kebingungan tujuh keliling mencari gas. Kami ini rakyat kecil. Di satu sisi, gas melon ini digembar-gemborkan sebagai program (subsidi) andalan pemerintah, tapi di sisi lain, realitanya suplainya macet total di lapangan!” rutuk Jhon dengan nada kecewa.
Dugaan Mafia Penimbun dan Harga yang Mencekik
Kelangkaan misterius yang serentak terjadi di tiga kecamatan ini memantik kecurigaan mendalam di benak warga.
Jhon menduga kuat, macetnya rantai distribusi ini bukanlah murni karena keterlambatan pasokan dari Pertamina, melainkan adanya invisible hand (tangan tak kasat mata) dari oknum mafia yang sengaja menimbun kuota gas subsidi milik rakyat miskin.
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Jalur Bogor-Sukabumi: 5 Orang Luka, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat
“Pasti ada permainan oknum penimbun di atas sana yang bikin distribusi ke masyarakat bawah jadi kacau balau. Kondisi ini makin memperparah situasi kami yang butuh gas buat masak sehari-hari,” tudingnya kritis.
Hukum ekonomi pasar pun berlaku kejam: saat barang langka, harga meroket. Keterbatasan stok ini langsung memukul daya beli warga.
Di wilayah Pabuaran, harga satu tabung gas 3 kg dilaporkan menembus angka gila-gilaan, yakni Rp 30.000 per tabung, itu pun jika barangnya kebetulan sedang ready (tersedia).
Sementara di wilayah Cidolog, harga eceran tertinggi dipatok di kisaran Rp 28.000 dengan stok yang sangat memprihatinkan.
Titip Sopir Angkot Beli ke Kota
Saking putus asanya, warga di pelosok terpaksa menempuh jalur ekstrem. Sebagian dari mereka harus memutar otak mencari pasokan gas hingga ke luar daerah lintas kecamatan.
Berita Terkait
-
Kecelakaan Beruntun di Jalur Bogor-Sukabumi: 5 Orang Luka, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat
-
Horor Macet Cikidang: Curhat Ibu yang Anaknya Terpaksa Tidur di Selokan
-
Nekat Nyalip! Pikap L300 Terbang Tembus Trotoar dan Terguling Beda Jalur di Flyover Cisaat
-
Ngeri! Keluar Tol Parungkuda Langsung Oleng, Toyota Calya Terguling Hantam Dua Mobil
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Sorotan Pohon Hilang di Gasibu, Dedi Mulyadi: 1 Pohon Ditebang Diganti 50 Asem Jawa
-
Viral ASN PPPK Paruh Waktu DPUTR Bandung Barat Live TikTok, Singgung Fee Proyek
-
Menhut Raja Antoni Ungkap Dukungan Prabowo untuk Percepatan Restorasi Ekosistem
-
Karhutla Hanguskan 18 Hektare Hutan di Sukabumi, Sejumlah Titik Masih Berasap
-
Sengketa Lahan SDN 026 Memanas, Wali Kota Bandung Tegas Pasang Badan Demi 900 Siswa