- Rumah permanen milik Watino (44) di Desa Kujangsari, Kota Banjar, terbakar hebat pada Kamis siang, 26 Maret 2026.
- Pemadam Kebakaran Kota Banjar tiba pukul 14.25 WIB dan berhasil memadamkan api dalam waktu 20 menit.
- Dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik, mengakibatkan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp50 juta.
SuaraJabar.id - Niat hati ingin melepas penat dan bersukacita menikmati liburan di pantai, apa daya justru berujung pada malapetaka yang menghanguskan harta benda.
Kamis siang (26/3/2026), sebuah rumah permanen di Desa Kujangsari, Dusun Kalapasabrang, RT 04 RW 08, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, ludes dilalap amukan si jago merah.
Tragedi kebakaran yang menyedot kerugian puluhan juta rupiah ini terjadi tepat saat sang pemilik rumah, Watino (44), beserta keluarganya tengah asyik berada di luar kota.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, rumah nahas tersebut diketahui sudah dalam kondisi kosong terkunci rapat sejak Rabu kemarin, lantaran seluruh penghuninya tengah bertolak menuju objek wisata Pangandaran.
Kepanikan luar biasa pun pecah menyelimuti warga Dusun Kalapasabrang. Tanpa ada yang menyadari titik awal percikan api, warga tiba-tiba saja dikejutkan oleh pemandangan horor di siang bolong. Gumpalan asap hitam pekat telah mengepung dan membumbung tinggi dari bagian atas atap rumah Watino.
Menyadari api mulai beringas dan mengancam rumah-rumah tetangga di sekitarnya yang saling berdempetan, warga langsung berteriak histeris meminta pertolongan darurat.
Kepala UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Banjar, Aam Amijaya, membeberkan detik-detik menegangkan saat pasukannya merespons laporan darurat tersebut.
“Tepat pada pukul 14.08 WIB siang tadi, hotline kami berdering menerima laporan kepanikan warga. Tanpa ba-bi-bu, dua unit armada tempur pemadam kebakaran andalan kami langsung diterjunkan membelah jalanan Kota Banjar menuju titik koordinat (lokasi kejadian),” terang Aam saat dikonfirmasi, Kamis (26/3/2026).
Hanya butuh waktu belasan menit bagi para ksatria biru itu untuk tiba di lokasi pada pukul 14.25 WIB. Namun sayang, saat roda armada berhenti, si jago merah telah membakar garang bagian atap rumah yang ditinggal kosong tersebut.
Baca Juga: Buntut Huru dan Hara Mati, Farhan Kasih Ultimatum 30 Hari "Rombak Total" Bandung Zoo
“Begitu nyampe, kondisi api memang sudah sangat mengkhawatirkan karena telah menjalar hebat ke bagian rangka atap rumah. Fokus utama pasukan di lapangan saat itu adalah melokalisasi (memblokir) pergerakan api, agar tidak sampai merembet dan menjilat bangunan (rumah) lain di kawasan permukiman padat penduduk tersebut,” jabar Aam.
Berkat kesigapan, pengalaman, dan semprotan air bertekanan tinggi dari selang Damkar, keganasan api akhirnya sukses diredam.
Proses evakuasi titik api utama dan tahapan pendinginan (cooling down) yang krusial itu berlangsung super kilat, hanya memakan waktu sekitar 20 menit, dan operasi dinyatakan bersih total pada pukul 14.45 WIB.
Lantas, dari mana datangnya tamu tak diundang yang menghanguskan rumah kosong tersebut?
“Dugaan awal kami mengarah pada korsleting (arus pendek) instalasi kelistrikan di dalam rumah. Alhamdulillah, berkat kecepatan penanganan, tidak ada satupun korban jiwa atau luka-luka dalam insiden ini. Namun secara fisik, empat ruangan utama di dalam rumah tersebut terdampak sangat parah (hangus),” tambah Aam merinci kerusakan.
Bagi keluarga Watino, kepulangan mereka dari Pangandaran esok hari dipastikan akan disambut dengan isak tangis. Akibat amukan api di siang bolong tersebut, seluruh harta benda dan perabotan yang terbakar ditaksir menelan kerugian materiil hingga menyentuh angka Rp 50 juta.
Berita Terkait
-
Buntut Huru dan Hara Mati, Farhan Kasih Ultimatum 30 Hari "Rombak Total" Bandung Zoo
-
Niat Bakar Sampah Bikin Jantungan! Musala di Banjarsari Ciamis Nyaris Ludes Terbakar
-
Ngeri! Mobil Muatan Gas Melon Terbakar Hebat di Jalur Palabuhanratu, Warga Ketakutan
-
Mobil Tak Kuat Nanjak di Jalur Maut Gentong? Tenang, Pasukan "Ganjal Ban" Polres Tasik Siap Dorong
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Farhan Tegaskan Penghuni Kos Bandung Tak Boleh Tertutup: Bukan KTP Sini Pun Wajib Terdata RW
-
Tertibkan 63 Bangunan Liar di Dipatiukur, Walikota Bandung: Sesuai Perda, Tak Ada Ganti Rugi
-
Buntut Kasus Penganiayaan di Bandung, Dedi Mulyadi: Seluruh Kontrakan Wajib Terdaftar Online
-
Bukan Hanya Disiksa, Korban YTR Diduga Dipaksa Bertato 'Yuvita Love Taufik' dan Wajah Pelaku
-
Penganiaya Wanita di Bandung Diciduk Polisi, Kapolda Jabar: Pelaku Negatif Narkoba