- Rohaimin, seorang penjaga vila di Desa Cikelet, Garut, ditemukan meninggal dunia di kamarnya pada Rabu pagi, 1 April 2026.
- Polres Garut memastikan tidak ada tanda kekerasan, karena barang berharga milik korban ditemukan dalam kondisi utuh sepenuhnya.
- Penyebab kematian diduga akibat komplikasi penyakit lambung dan liver menahun yang diderita korban selama masa hidupnya.
SuaraJabar.id - Di balik gerbang sebuah vila di Kampung Cikoer, Desa Cikelet, Kabupaten Garut, Rabu pagi (1/4/2026), sebuah drama kehidupan berakhir dengan kesunyian yang mencekam.
Rohaimin (50), pria yang sehari-hari menjaga ketenangan vila tersebut, ditemukan tak bernyawa di dalam kamarnya.
Kematiannya sempat memicu tanya.
Tubuhnya ditemukan terbujur kaku di bawah tempat tidur dengan bercak darah yang merembes di lantai. Namun, ada satu pemandangan yang seketika menepis spekulasi adanya tindak perampokan.
Sebuah bungkusan berisi uang tunai sebesar Rp15 juta lebih dan satu unit ponsel miliknya masih tergeletak utuh, tak berkurang sepeser pun.
Penemuan jasad Rohaimin bermula dari kecurigaan warga sekitar yang tak melihat aktivitas sang penjaga vila sejak Selasa malam.
Saat pintu kamar dibuka, pria paruh baya itu sudah tak bernapas. Berdasarkan pemeriksaan medis, Rohaimin diperkirakan telah mengembuskan napas terakhir sekitar 12 jam sebelum ditemukan.
Pihak Kepolisian Resor Garut yang tiba di lokasi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara menyeluruh.
Ketelitian petugas membuahkan kesimpulan penting. Tidak ada tanda-tanda kekerasan atau keterlibatan pihak lain dalam kematian Rohaimin.
"Petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Di lokasi, kami juga mengamankan barang milik korban berupa uang tunai Rp15 juta lebih serta ponsel yang kemudian kami serahkan langsung kepada keluarga," jelas Kasi Humas Polres Garut, Ipda Adi Susilo, Rabu (1/4/2026).
Baca Juga: Drama Karpet Kuning di Bandung: Teka-teki Izin Kepolisian yang Membayangi Musda Golkar Jabar
Uang belasan juta rupiah yang ditemukan di samping jasadnya seolah menjadi saksi bisu dari kerja keras Rohaimin selama ini.
Darah yang ditemukan di bawah tempat tidur, yang awalnya dikhawatirkan sebagai bekas luka senjata, diduga kuat merupakan dampak dari penyakit dalam yang dideritanya.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Rohaimin memang memiliki riwayat penyakit lambung dan liver yang sudah menahun.
Kondisi inilah yang diduga menjadi penyebab utama sang penjaga vila berpulang secara mendadak tanpa sempat meminta pertolongan.
"Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan menolak untuk dilakukan autopsi," tambah Ipda Adi Susilo.
Kini, teka-teki di kamar vila itu telah terjawab. Rohaimin tidak pergi karena kejahatan, melainkan karena perjuangannya melawan sakit yang akhirnya mencapai titik henti.
Berita Terkait
-
Drama Karpet Kuning di Bandung: Teka-teki Izin Kepolisian yang Membayangi Musda Golkar Jabar
-
Dua Perahu Karet Sisir Jalur Maut: Jejak Aris Masih Nihil Setelah Truknya Terjun ke Sungai Citanduy
-
Dulu Memohon, Kini Mengabaikan: Kekecewaan Warga Banjaranyar Menanti Gedung KUA dari Kemenag
-
Jangan Diam: Instruksi Berani Disdikpora Pangandaran Agar Sekolah Viralkan Menu MBG Tak Layak
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Bupati Sukabumi Bantah Masjid Al Afghani Mangkrak, Asep Japar: Terkendala Keterbatasan Anggaran
-
Misteri Masjid Al Afghani Sukabumi: Habiskan Rp3,6 Miliar APBD, Kini Mangkrak dan Dipenuhi Ilalang
-
Selangkah Lagi Juara! Persib Kudeta Puncak Klasemen di Tengah Teror Flare Parepare
-
Daftar Lengkap 5 Kapolda Baru yang Resmi Dilantik Kapolri Hari Ini
-
Isu Nama Jawa Barat Diganti Jadi 'Tatar Sunda' Viral, Pemprov Beri Penjelasan