- Danone Indonesia menuai kritik dari KPAI dan BPKN terkait penggunaan foto balita pada kemasan bundling produk Aqua.
- Pakar menilai strategi pemasaran tersebut merupakan eksploitasi simbol anak yang menyesatkan persepsi konsumen akan keamanan produk.
- Pengawas periklanan menegaskan bahwa penggunaan wajah bayi pada kemasan produk umum melanggar etika dan aturan periklanan.
SuaraJabar.id - Praktik pemasaran kembali menjadi sorotan tajam setelah kemunculan kemasan bundling air minum dalam kemasan (AMDK) Aqua yang menampilkan foto balita.
Insiden ini memicu gelombang kritik dari berbagai pihak, termasuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), yang menilai gambar bayi pada plastik pembungkus itu melanggar aturan iklan dan berpotensi menyesatkan persepsi konsumen.
Publik kini menuntut pertanggungjawaban perusahaan atas strategi pemasaran yang dianggap mengabaikan prinsip perlindungan anak.
Menghadapi kritik pedas ini, Danone Indonesia selaku produsen Aqua segera memberi klarifikasi. Direktur Komunikasi Danone Indonesia, Arif Mujahidin, menjelaskan bahwa foto balita itu hanya ada pada plastik pembungkus luar, bukan label utama pada botol.
Ia juga berdalih gambar itu menunjukkan ilustrasi keluarga bahagia, bukan sekadar bayi sendirian. Namun, alasan ini dipandang tidak tepat oleh banyak pihak.
Ketua Badan Pengawas Perusahaan Periklanan Indonesia (BP3I), Susilo Dwihatmanto, menjelaskan bahwa di mana pun letak foto atau gambar bayi itu, aturannya tetap berlaku.
"Pembungkus luar apalagi merupakan elemen pertama yang paling terlihat oleh konsumen di rak toko, sehingga berfungsi sebagai visual utama yang memicu simpati publik," katanya kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).
Para ahli dan pengawas periklanan menegaskan bahwa penggunaan wajah anak, terutama bayi, memiliki dampak psikologis yang kuat.
"Wajah anak, terutama bayi, memiliki kesan kepolosan yang secara psikologis dapat memicu simpati publik. Karena itu penggunaan wajah anak dalam komunikasi pemasaran harus sangat berhati-hati agar tidak dimanfaatkan secara berlebihan untuk kepentingan komersial,” tegas Susilo Dwihatmanto.
Baca Juga: Langgar Aturan BPOM? Penggunaan Visual Bayi di Pionir AMDK Menuai Polemik
Ia menekankan bahwa air minum umum bukan produk khusus balita, sehingga eksploitasi simbol anak tidak diperbolehkan.
Pakar Komunikasi Burhanuddin Abe juga menyoroti penggunaan gambar bayi ini sebagai bentuk nyata dari eksploitasi simbolik. Menurutnya, citra anak sengaja dipakai untuk memperkuat pesan pemasaran, padahal produk ini tidak ada kaitan langsung dengan kebutuhan khusus bayi atau balita.
"Gambar anak kerap diasosiasikan dengan kemurnian, kesehatan, dan kepercayaan. Hal ini dimanfaatkan oleh perusahaan untuk menarik simpati," jelasnya.
Peneliti Brand Strategy dari LSPR Institute of Communication and Business, Safaruddin Husada, menjelaskan bahwa kemasan adalah media komunikasi merek yang sangat kuat.
"Foto bayi sengaja dipakai untuk membentuk persepsi implisit di alam bawah sadar pembeli. Simbol visual ini berfungsi sebagai simbol keamanan. Jika untuk bayi saja aman, tentu lebih aman lagi bagi orang dewasa," jelasnya.
Akibat efek psikologis ini, pembeli sering langsung fokus pada gambar anak. Meski Aqua berdalih itu hanya ilustrasi keluarga di pembungkus luar, justru letak di bagian luar itulah yang pertama kali ditangkap oleh mata konsumen dan memengaruhi keputusan belanja orang tua.
Safaruddin menilai perusahaan sengaja bermain di area abu-abu etika pemasaran demi memenangkan persaingan pasar yang sangat ketat.
Berita Terkait
-
Langgar Aturan BPOM? Penggunaan Visual Bayi di Pionir AMDK Menuai Polemik
-
Keseimbangan Air di Tengah Industri: Tantangan, Riset, dan Upaya Konservasi
-
Pakar ITB Ungkap Proses Rumit dan Mahal di Balik Sumber Air Industri AMDK
-
Klaim Air Pegunungan AQUA Terbongkar! Dedi Mulyadi Ungkap Fakta Mengejutkan: Merek Lain Tersenyum
-
Fakta Iklan Air Pegunungan: Aqua Diduga Pakai Sumur Bor, BPKN Bakal Panggil Direksi
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Sekolah Nyaris Roboh, Siswa di Tasikmalaya Belajar dengan Rasa Waswas
-
Misteri Tewasnya Satpam di Waduk Jatiluhur, Polda Jabar Turunkan Tim Gabungan
-
Kasus Bocah Tersiram Air Panas, Puskesmas Waluran Perketat Pengawasan Pasien ODGJ
-
Di Tengah Efek Pemangkasan TKD, Pemkab Bogor Pastikan Gaji Pegawai dan Operasional Tetap Aman
-
Bukan Cuma Razia Absensi, Wali Kota Sukabumi Duduk Lesehan dan Minta Curhat ASN Saat Sidak