Andi Ahmad S
Sabtu, 09 Mei 2026 | 18:04 WIB
ilustrasi pelecehan seksual atau Polri Cek Status WNI Naturalisasi Syekh Ahmad Al Misry ke Otoritas Mesir. [envato elements]
Baca 10 detik
  • Divhubinter Polri sedang memproses pengajuan Red Notice Interpol terhadap tersangka Syekh Ahmad Al Misry terkait kasus pelecehan seksual.
  • Tersangka berstatus WNI naturalisasi tersebut dilaporkan melakukan pelecehan seksual terhadap lima santri laki-laki sejak tahun 2021 lalu.
  • Tindak pidana tersebut terjadi di berbagai lokasi, meliputi Purbalingga, Sukabumi, Jakarta, Bandung, hingga negara Mesir sejak November 2025.

Kala itu, para korban bersama para guru santri dan tokoh agama melakukan tabayyun hingga akhirnya SAM menyampaikan permintaan maafnya dan berjanji tidak akan melakukan perbuatan dugaan pelecehan seksual sesama jenis.

Namun, bukannya bertaubat, pada tahun 2025, para guru justru mendapatkan pengakuan dari santrinya bahwa SAM kembali melakukan perbuatan serupa.

Pada akhirnya, dibuat laporan ke Bareskrim Polri tentang dugaan pelecehan yang dilakukan SAM terhadap para santrinya itu.

Adapun pada 2 April 2026, Komisi III DPR RI menggelar rapat secara tertutup bersama pihak kepolisian, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), dan perwakilan keluarga korban untuk membahas kasus itu.

Seusai rapat, Direktur PPA-PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol. Nurul Azizah mengatakan terdapat beberapa tempat kejadian perkara (TKP) dalam kasus ini.

"Jadi, beberapa tempat terjadinya ada di TKP-nya ada di Purbalingga, ada di Sukabumi, ada di Jakarta, ada di Bandung, dan di Mesir," katanya. [Antara].

Load More