- Presiden Prabowo Subianto membeli sapi jenis Simental bernama Mayor seberat 1,050 ton milik peternak Dede di Bandung Barat.
- Sapi tersebut terpilih sebagai hewan kurban Presiden setelah lolos seleksi kesehatan ketat oleh Sekretariat Presiden pada Mei 2026.
- Sapi senilai Rp110 juta ini dijadwalkan akan disalurkan kepada masyarakat di wilayah Bandung Barat pada H+2 Idul Adha.
SuaraJabar.id - Sapi jumbo milik Dede, peternak asal Kampung Pasirkuning, RT 02/11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, dipilih Presiden Prabowo Subianto untuk hewan kurban di Idul Adha 1447 Hijriah.
Hewan kurban yang diberi nama Mayor ini merupakan sapi jenis Simental dengan bobot berat hidup 1,050 ton serta tinggi sekitar 160 sentimeter dan berusia 3 tahun.
Dede mengaku senang sekaligus bangga, sapinya terpilih menjadi hewan kurban Presiden setelah sebelumnya melalui seleksi ketat dengan standar kesehatan, berat badan, dan tinggi hewan kurban yang telah ditetapkan Sekretariat Presiden (Setpres).
"Alhamdulilah senang dan bangga sapi saya yang diberinama Mayor ini bisa terpilih jadi hewan kurban dari Pak Presiden Prabowo. Ini pertama daftar dan terpilih," kata Dede, Selasa, 19 Mei 2026 kemarin.
Dede menuturkan, sebelumnya sapi tersebut dibeli olehnya saat masih berusia 2 tahun dari seorang peternak asal Lembang, KBB.
Setelah itu, ia merawat Si Mayor seperti sapi lainnya agar tumbuh sehat, seperti pengecekan rutin, pemberian vitamin dan multivitamin hingga perawatan hariannya.
"Kalau pakan sama saja seperti sapi lainnya. Terutama pemberian rumput yang baik dan konsentrat, Alhamdulillah sapinya sehat," ujar Dede.
Dede kemudian mendaftarkan sapi jumbo tersebut untuk menjadi hewan kurban yang akan disumbangkan Presiden Prabowo, hingga akhirnya terpilih setelah melalui rangkaian tahapan seleksi.
Beberapa tahapan seleksi di antaranya pemeriksaan kesehatan, seperti pemeriksaan darah, penyakit mulut dan kuku (PMK), Lumpy Skin Desease (LSD).
Hasilnya dinyatakan sehat dan layak untuk hewan kurban presiden. Kemudian Dede dan pihak Setpres akhirnya sepakat di harga Rp110 juta untuk sapi Si Mayor yang super jumbo itu.
Menurut Dede, dari informasi terakhir sapi tersebut akan dikirim pada H+2 Idul Adha yang diperuntukan untuk warga Bandung Barat.
"Pemeriksaan kesehatan sudah sebelumnya, semuanya diperiksa dari kuku, mulut dan sebagainya. Intinya sudah dipastikan kesehatannya. Harganya Rp110 juta tinggal nunggu waktu pengiriman," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat, Wiwin Aprianti, menuturkan sebelumnya ada tiga ekor sapi yang menjadi kandidat.
Tiga kandidat utama sapi yang bersaing, masing-masing berasal dari wilayah Parongpong, Cisarua, hingga Gununghalu.
"Kalau sekarang yang terpilih sapi milik Pak Dede dari Desa Pasirlangu yang akan jadi hewan kurban milik Presiden Prabowo," ucap Wiwin.
Berita Terkait
-
Prabowo Pilih Destry Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Airlangga Blak-blakan di Balik Keputusan Ini?
-
Ungkap Harapan Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia, Prabowo: Harus Terus Berbenah!
-
Di Balik Narasi 'Kecerdasan Bukan dari Sekolah': Mengingatkan Kembali Tanggung Jawab Negara
-
Jokowi Masih 'Lengket' di Hati Rakyat, Akankah Jadi Bayang-bayang bagi Pemerintahan Prabowo?
-
Tak Ada Nama Lain, Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI ke DPR
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Pulang Belanja Sayur Subuh Hari, Nenek 62 Tahun di Bogor Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Pembatas
-
Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor
-
Tolic Wanti-wanti Rival: Ketika Semua Menyatu, Persib Bakal Jadi Tim Luar Biasa
-
Gunakan Uang APBDes Rp574 Juta untuk Renovasi Rumah dan Bayar Utang, Kaur Keuangan Desa di Sukabumi
-
BPK Apresiasi Transformasi Kementerian Hukum, Tata Kelola Terus Didorong Menguat