Andi Ahmad S
Minggu, 04 Oktober 2026 | 16:06 WIB
Waduk Jatiluhur (Instagram.com/@hig.idn)
Baca 10 detik
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghentikan proyek AI Data Center senilai Rp3,5 triliun di Jatiluhur pada 28 Juli karena konsultan belum menyerahkan perizinan.
  • Pemprov Jabar menggandeng akademisi Universitas Indonesia untuk mengkaji Amdal proyek guna melindungi ekologi serta hak air bersih warga Purwakarta.
  • Dedi Mulyadi menyatakan Waduk Jatiluhur memiliki pasokan air melimpah sehingga operasional proyek dipastikan tidak akan mengganggu kuota masyarakat setempat.

SuaraJabar.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meluruskan polemik penghentian sementara proyek pembangunan AI Data Center BDX senilai Rp3,5 triliun di kawasan Jatiluhur.

Penghentian tersebut dipastikan bukan karena hambatan birokrasi di tingkat Pemkab Purwakarta maupun Pemprov Jabar, melainkan lambatnya konsultan dalam menyerahkan berkas perizinan.

Dedi menegaskan, pengerjaan proyek tidak boleh berjalan sebelum seluruh kriteria legalitas terpenuhi.

"Ketika saya tanya kemarin, IMB belum keluar, Amdalnya juga belum. Ya saya minta jangan dilaksanakan dulu. Kesalahannya bukan di Pemda, tapi konsultan yang belum memasukkan data sampai saya datang ke lokasi," ungkap Dedi Mulyadi dilansir dari Antara.

KDM menekankan bahwa langkah penghentian yang dilakukannya sejak kunjungan mendadaknya pada Selasa (28/7) tersebut merupakan wujud konsistensi penegakan aturan demi melindungi kepentingan ekologi dan hak warga lokal atas pasokan air bersih.

Guna menjaga objektivitas kebijakan, Pemprov Jabar melibatkan akademisi dari Universitas Indonesia (UI) untuk memberikan kajian serta masukan independen terkait kelayakan dampak lingkungan proyek data center AI tersebut.

"Bagi saya pribadi, kalau secara objektif Amdal lulus, ya saya tidak ada masalah untuk dilaksanakan. Kalau menurut Amdalnya tidak boleh, ya saya tidak ada masalah juga dihentikan. Tapi satu catatan, warga Purwakarta yang berkorban untuk kepentingan Jatiluhur harus mendapat akses air. Tidak boleh terganggu," ujarnya.

Terkait kekhawatiran krisis air, KDM mengklarifikasi bahwa kapasitas pasokan air Waduk Jatiluhur sebenarnya sangat melimpah dan secara teknis sanggup memenuhi kebutuhan operasional BDX tanpa mengganggu kuota masyarakat.

Ia merinci, PDAM Kabupaten Purwakarta memiliki jatah alokasi air resmi sebesar 3.000 liter per detik dari Waduk Jatiluhur, namun selama berpuluh-puluh tahun baru terserap sekitar 380 liter per detik atau setara 11 persen dari total jatah.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Bantah Proyek Data Center Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Terkendala Birokrasi

"Kalau dari jatah yang diberikan dari 100 persen baru dipakai 11 persen, berarti ada 89 persen air yang tidak dimanfaatkan oleh PDAM. Sekarang dipakai lagi sebanyak 14 persen oleh perusahaan. Masih kurang apa nyisa? Nyisa. Sederhana," ujar Dedi.

Adapun kunjungan mendadak Dedi ke lokasi pusat data AI tersebut bertujuan memastikan investasi raksasa bernilai triliunan rupiah itu berdiri di atas lahan yang terbebas dari ancaman bencana banjir, gempa bumi, serta erupsi gunung berapi, di samping memastikan kesiapan ketersediaan pasokan listrik dan air.

Load More