Andi Ahmad S
Senin, 07 September 2026 | 15:26 WIB
Suasana Penumpang Bandara Kertajati (Dok AP II).
Baca 10 detik
  • Gubernur Jawa Barat menyatakan Bandara Kertajati siap beroperasi alternatif akibat penutupan delapan bandara terdampak abu vulkanik.
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengerahkan staf untuk memberikan pelayanan maksimal dan kebutuhan dasar kepada para penumpang bandara.
  • Kementerian Perhubungan menetapkan bandara di Majalengka tersebut karena hasil pengujian menunjukkan lokasi bebas dari abu vulkanik.

SuaraJabar.id - Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, disiapkan menjadi bandara alternatif bagi pendaratan dan penerbangan pesawat usai penutupan delapan bandara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan Bandara Kertajati saat ini siap untuk digunakan guna mengakomodasi penebangan yang terdampak penutupan sejumlah Bandara.

Selain itu, untuk memberikan pelayanan yang maksimal, KDM sapaan akrabnya meminta para staf Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar untuk melayani penumpang di Bandara Kertajati termasuk memberikan kebutuhan dasar, terutama bagi bayi dan orangtua.

"Saya minta seluruh jajaran untuk turun langsung ke Kertajati menyambut penumpang yang akan berangkat dan tiba di Kertajati," kata Dedi Mulyadi, Senin (7/9/2026).

Mantan Bupati Purwakarta ini berharap, penerbangan di Bandara Kertajati dapat berlangsung dengan aman dan nyaman bagi para penumpang.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menetapkan Bandara Kertajati sebagai bandara alternatif untuk mengakomodasi penerbangan yang tidak dapat mendarat di sejumlah bandara akibat abu vulkanik.

Bandara Kertajati sendiri dinyatakan tidak terdampak abu vulkanik, hal itu berdasarkan paper test yang dilakukan di bandara tersebut.

Sementara itu, sebanyak delapan bandara yang ditutup akibat dari erupsi Gunung Anak Krakatau, yaitu Bandara Soekarno Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II Lampung.

Kemudian Bandara Husein Sastranegara, Bandara Budiarto Curug, Bandara Pondok Cabe, Bandara Taufik Kiemas, serta Bandara Atung Bungsu.

Baca Juga: Dampak Erupsi Anak Krakatau, Pemprov Jabar Memberlakukan PJJ dan Siagakan Layanan Kesehatan

Kontributor : Rahman

Load More