Andi Ahmad S
Minggu, 06 September 2026 | 15:44 WIB
Foto udara Gunung Anak Krakatau, Sabtu (5/9/2026) petang. ANTARA/HO Badan Geologi
Baca 10 detik
  • BBMKG mendeteksi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mencapai wilayah Jawa Barat pada Minggu (6/9).
  • BPBD Jabar mengimbau warga menggunakan masker dan mengurangi aktivitas luar ruangan untuk melindungi kesehatan pernapasan.
  • Masyarakat diminta menutup rapat ventilasi rumah serta membersihkan endapan abu secara perlahan agar tidak beterbangan.

SuaraJabar.id - Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kini telah meluas hingga ke wilayah Jawa Barat. Menanggapi kondisi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan, salah satunya dengan wajib menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Teten Ali, menegaskan pentingnya penggunaan masker dan kacamata pelindung untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan dari paparan abu vulkanik.

"Kurangi aktivitas di luar rumah selama hujan abu berlangsung. Hindari mengemudi jika jarak pandang terganggu," imbau Teten di Bandung, Minggu.

Guna meminimalkan masuknya partikel abu halus ke lingkungan pemukiman, Teten meminta masyarakat menutup rapat akses ventilasi, pintu, serta jendela rumah.

Selain itu proses pembersihan endapan abu vulkanik di pekarangan maupun atap rumah diimbau dilakukan secara perlahan tanpa mengibaskan material. "Ini agar partikel mikro tersebut tidak kembali beterbangan di udara," ujarnya.

Diketahui, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II mendeteksi paparan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dari Selat Sunda telah meluas hingga mengintai sebagian wilayah Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta, pada Minggu (6/9) pukul 09.00 WIB.

Temuan sebaran material vulkanik lintas provinsi tersebut terkonfirmasi berdasarkan hasil analisis data citra satelit RGB Himawari-9, menyusul rentetan erupsi menerus yang melanda gunung api berstatus Level III (Siaga) tersebut.

Masyarakat diminta tidak panik dan dapat terus memantau perkembangan informasi serta sebaran arah angin terkini dari kanal resmi BPBD, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta BMKG.

Baca Juga: Hujan Abu Anak Krakatau Meluas Hingga Jabar, Material Pasir Halus Ditemukan Warga Bandung

Load More