- PCNU Kabupaten Bogor mendeklarasikan jihad sosial untuk mendukung Bupati Rudy Susmanto memberantas judi online serta penyalahgunaan narkoba.
- Data PPATK tahun 2025 menunjukkan Kabupaten Bogor memiliki 103.092 pemain judi online dengan total nilai deposit Rp414,4 miliar.
- Strategi pemberantasan melibatkan penguatan pendidikan moral, literasi digital, serta pembentukan satuan tugas khusus hingga ke tingkat kecamatan.
SuaraJabar.id - Menanggapi data mengejutkan yang menempatkan Kabupaten Bogor sebagai wilayah dengan jumlah pemain judi online (judol) terbanyak di Indonesia, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor secara resmi menyatakan dukungan penuh atas langkah tegas Bupati Rudy Susmanto.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Bogor, Gus Abdul Somad, menegaskan bahwa perang melawan judi online dan peredaran narkoba bukan lagi sekadar tugas birokrasi, melainkan sebuah "Jihad Sosial" yang harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tahun 2025, tercatat sebanyak 103.092 pemain judi online berada di Kabupaten Bogor dengan akumulasi nilai deposit mencapai Rp414,4 miliar.
“Data ini bukan sekadar angka. Ini adalah alarm keras bagi kita semua. Judi online dan narkoba telah menjadi ancaman nyata yang merusak akal, menghancurkan ekonomi keluarga, dan mengancam masa depan generasi muda Kabupaten Bogor,” tegas Gus Abdul Somad dalam pernyataannya, Jumat (3/7/2026).
PCNU sependapat dengan sikap Bupati Rudy Susmanto bahwa pemerintah tidak boleh berjalan sendiri dalam menghadapi krisis moral ini. Gus Abdul Somad mengajak seluruh kiai, pengasuh pesantren, pengurus masjid, hingga majelis taklim untuk merapatkan barisan bersama aparat penegak hukum dan dunia pendidikan.
“Saya mendukung penuh sikap tegas Bapak Rudy Susmanto. Beliau benar, ini adalah perang kita bersama. PCNU Kabupaten Bogor siap berdiri di barisan terdepan melalui jaringan Nahdlatul Ulama hingga ke tingkat ranting di desa-desa,” tambahnya.
Dukungan PCNU akan diimplementasikan melalui pendekatan kuratif dan preventif yang terukur:
- Pendidikan Agama & Moral: Memperkuat kurikulum di pesantren dan madrasah mengenai bahaya judi dan narkoba.
- Literasi Digital: Memberikan pemahaman kepada warga nahdliyin tentang cara menghindari jebakan aplikasi judi daring.
- Penguatan Keluarga: Mengoptimalkan peran Majelis Taklim dalam membentengi ketahanan ekonomi keluarga dari jeratan utang akibat judi.
- Dukungan Satgas: Mendukung penuh instruksi Bupati dalam pembentukan satgas khusus hingga tingkat kecamatan dan pelaksanaan tes narkoba rutin bagi ASN.
Dukungan PCNU sebagai lembaga otoritas keagamaan terbesar memberikan legitimasi moral yang kuat bagi kebijakan Pemkab Bogor.
Gus Abdul Somad menekankan bahwa tanpa tindakan nyata di akar rumput, angka kerugian materiil dan kerusakan mental masyarakat akan terus membengkak.
Baca Juga: Puncak HJB ke-544: Sentul City Sukses Fasilitasi Turnamen Minisoccer Antar Jurnalis se-Bogor Raya
“Tidak boleh ada ruang bagi judi online! Tidak boleh ada tempat bagi narkoba! Selamatkan generasi kita, lindungi keluarga kita. Ini adalah tanggung jawab kita bersama di hadapan Allah SWT,” pungkas Gus Abdul Somad.
Berita Terkait
-
Puncak HJB ke-544: Sentul City Sukses Fasilitasi Turnamen Minisoccer Antar Jurnalis se-Bogor Raya
-
Demam Piala Dunia 2026, Walikota Bandung Farhan Ancam Pecat ASN yang Nekat Judi Online
-
Jalan Tambang Bogor Barat Tetap Dibangun demi Ekonomi Rakyat
-
Sering Dikeluhkan Warga di Medsos, Dinkes Bogor Ancam Beri Sanksi Puskesmas Cisarua
-
Imam Jazuli Dorong NU Cetak Teknokrat Spiritual, Siap Hadapi Era Digital dan Tantangan Global
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Geger Karnaval HUT RI, 3 Orang Jadi Tersangka Pemukulan Kapolsek dan Danramil Cicalengka
-
Kemendagri Dorong Integrasi ASRI dan PSEL untuk Persampahan Nasional Berbasis Kota Cerdas
-
Ditjenpas Jabar Ajukan Amnesti untuk 1.454 Narapidana, 1.100 Masuk Program Pendidikan Kebangsaan
-
Merah Putih Terangi Malam, Semangat Kemerdekaan Hadir dari Batavia hingga Tokyo Riverside
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu