Ronald Seger Prabowo
Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB
Kelompok Ternak APTUR mengembangkan usaha perikanan dan peternakan terpadu dengan memanfaatkan potensi lokal. [Suara.com/dok]
Baca 10 detik
  • Kelompok Ternak APTUR mengembangkan usaha perikanan dan peternakan terpadu guna menciptakan kegiatan ekonomi produktif bagi anggota.
  • Program tersebut mendapat dukungan pembinaan melalui CSR PIK2 untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
  • Komoditas yang dikembangkan meliputi budidaya ikan lele, gurame, mujair, serta pemeliharaan ternak kambing secara bersama-sama.

SuaraJabar.id - Kelompok Ternak APTUR mengembangkan usaha perikanan dan peternakan terpadu dengan memanfaatkan potensi lokal.

Program tersebut mendapat pembinaan melalui CSR PIK2 sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Kelompok Ternak APTUR mengembangkan sejumlah komoditas perikanan dan peternakan sebagai kegiatan ekonomi produktif. Usaha yang dijalankan meliputi budidaya ikan lele, gurame, dan mujair serta peternakan kambing.

Pengembangan berbagai komoditas tersebut menjadi strategi kelompok untuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi para anggotanya.

Perwakilan Kelompok Ternak APTUR, Yahya Ansori, mengatakan kegiatan tersebut dijalankan secara bersama-sama dan terus dikembangkan sesuai dengan potensi kelompok.

“Kelompok kami membudidayakan yang pertama ada ikan lele, kedua gurame, yang ketiga ada mujair, dan juga ternak kambing,” ujar Yahya.

Di area budidaya, sejumlah kolam dimanfaatkan untuk pemeliharaan ikan. Para anggota secara rutin melakukan pemberian pakan dan perawatan kolam untuk mendukung proses pembesaran ikan.

Selain perikanan, peternakan kambing menjadi bagian lain dari kegiatan produktif Kelompok Ternak APTUR. Pengembangan dua sektor tersebut menjadi bagian dari konsep usaha peternakan terpadu yang dijalankan kelompok.

Yahya mengatakan pembinaan melalui CSR PIK2 ditujukan untuk mendukung pengembangan kapasitas kelompok agar kegiatan yang dijalankan dapat berkembang menjadi usaha produktif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Kolaborasi Kelompok Tani Cipicung dan SEG, Sulap 15 Ternak Jadi Modal Berkelanjutan

“Dalam upaya mendukung kemandirian ekonomi masyarakat dan pengembangan sektor peternakan, program CSR PIK2 menghadirkan pembinaan bagi Kelompok Ternak APTUR,” katanya.

Menurut dia, pemanfaatan potensi lokal menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan kelompok. Masyarakat didorong untuk mengelola sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi kegiatan yang memiliki nilai ekonomi.

Melalui pendekatan tersebut, pemberdayaan masyarakat tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga mendorong kelompok menjadi pelaku utama dalam mengelola, merawat, dan mengembangkan usaha.

Yahya mengatakan keberlanjutan menjadi salah satu tujuan yang ingin dicapai Kelompok Ternak APTUR dalam mengembangkan usahanya.

“Kelompok Ternak APTUR merupakan salah satu kelompok binaan yang bergerak dalam bidang usaha peternakan terpadu dengan memanfaatkan potensi lokal untuk menciptakan kegiatan produktif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Pengelolaan usaha secara berkelompok juga menjadi ruang bagi anggota untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan, baik dalam pemeliharaan ternak maupun budidaya ikan.

Load More