Andi Ahmad S
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:38 WIB
Tangkapan layar emak-emak di Kota Sukabumi yang menambal jalan Lio Santa yang mengalami kerusakan cukup parah. (Sumber: Dok Warga)
Baca 10 detik
  • Sekelompok warga perempuan menambal sendiri Jalan Lio Santa, Kota Sukabumi, pada Kamis, 8 Oktober 2026.
  • Aksi spontan tersebut dilakukan karena jalan rusak parah dan sering memicu kecelakaan tanpa adanya perbaikan pemerintah.
  • Hasil penambalan darurat menggunakan batu dan pasir membuat lubang besar kini bisa dilalui kendaraan dengan lebih aman.

SuaraJabar.id - Kesabaran warga Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, akhirnya habis. Didorong rasa prihatin dan khawatir akan keselamatan para pengguna jalan, aksi spontanitas jajaran emak-emak setempat mendadak viral di media sosial setelah mereka turun tangan menambal sendiri kerusakan di Jalan Lio Santa.

Kondisi jalan yang berlubang dan rusak parah tersebut kerap membahayakan para pengendara sepeda motor hingga memicu kecelakaan. Karena perbaikan dari pihak terkait yang tak kunjung terealisasi, aksi penambalan jalan secara mandiri ini pun digelar pada Kamis (8/10/2026).

Dilansir dari sukabumiupdate.com di -jaringan Suara.com, Sabtu (10/10/2026), kondisi ruas jalan tersebut tampak sedikit membaik setelah ditambal menggunakan batu dan pasir seadanya. Sejumlah lubang berukuran besar dan cukup dalam yang sebelumnya membahayakan pengendara kini mulai dapat dilalui kendaraan.

Nurhayati, warga setempat, mengatakan aksi tersebut dilatarbelakangi kekhawatiran warga terhadap keselamatan pengguna jalan. Menurutnya, kerusakan Jalan Lio Santa sudah berlangsung cukup lama dan belum kunjung mendapatkan perbaikan.

“Abis kesal, jalan rusak nggak dibetulin sampai kayak kobangan kolam ikan. Kasihan anak sekolah, pernah ada yang jatuh. Jadi, inisiatif aja, niat buat ditambal sementara,” ujar Nurhayati kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (10/10/2026).

Nurhayati menambahkan, genangan air kerap muncul di jalan tersebut meskipun tidak turun hujan. Kondisi itu diduga berkaitan dengan adanya sumber air di sekitar badan jalan sehingga penanganannya dinilai tidak cukup hanya dengan menambal atau mengaspal permukaan jalan.

“Kalau itu mah harus dibongkar. Masalahnya ada mata air, jadi harus dikasih paralon (pipa). Kalau diaspal aja percuma, nggak tahan lama. Harus dicor,” ungkapnya.

Warga berharap Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), segera turun tangan untuk menangani kerusakan Jalan Lio Santa.

Perbaikan diharapkan tidak hanya dilakukan pada permukaan jalan, tetapi juga memperhatikan aliran air yang diduga menjadi penyebab kerusakan agar jalan tersebut dapat digunakan dengan aman dan tidak kembali rusak dalam waktu singkat.

Baca Juga: Duel Senjata Tajam di Sukabumi, Dua Pria Luka Berat

Load More