Andi Ahmad S
Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB
Bus yang membawa pemain Persib Bandung Elite Pro Academy (EPA) U-18, mendapatkan serangan dari oknum suporter di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Bus Persib U-18 diserang kelompok suporter di Rest Area Batang KM 360 pada Minggu malam, 11 Oktober 2026.
  • Penyerangan menyebabkan kaca bus pecah, beberapa pemain terluka, barang hilang, dan ofisial bernama Pandu dikeroyok.
  • Rombongan melaporkan insiden ke Polres Batang, yang kemudian menindaklanjuti dengan pengamanan dan penjemputan korban tertinggal.

Situasi semakin memburuk ketika sopir kembali dan rombongan berusaha meninggalkan lokasi. Menurut Tito, kelompok tersebut terus melakukan provokasi hingga melempari bus dengan batu.

Akibatnya, kaca pintu belakang bus di sisi kiri dan kanan pecah.

"Sampai sopir itu kembali, tapi provokasi itu terus berlangsung dan lebih-lebih tanpa ada diikutin pelemparan, intimidasi apa segala macam, sampai puncaknya bus kita dilempari dengan batu yang membuat pintu kaca belakang bus kiri dan kanan itu pecah," tuturnya.

Pecahan kaca tersebut menyebabkan sejumlah pemain mengalami luka. Selain itu, Pandu Persada dilaporkan menjadi korban penganiayaan dan tertinggal di area istirahat tersebut.

Tak hanya mengalami kerusakan kendaraan, rombongan Persib U-18 juga kehilangan sejumlah barang. Beberapa koper milik ofisial dan perlengkapan tim EPA Persib U-18 diduga dijarah oleh kelompok tersebut.

"Sampai kami mendapat kabar dari ofisial kami, Kang Pandu memang tidak bisa kembali ke bus dan saya dengar, saya dengar kabarnya terkena pengeroyokan," ucap Tito.

Setelah mengetahui Pandu tertinggal dan diduga menjadi korban pengeroyokan, rombongan Persib memutuskan meninggalkan lokasi untuk mencari bantuan kepolisian.

Tito mengatakan, bus kemudian menuju kantor kepolisian setempat hingga menemukan Polres Batang. Mereka selanjutnya melaporkan insiden penyerangan yang dialami rombongan tersebut.

"Kami memutuskan untuk bus keluar dulu untuk mencari bantuan, bantuan Polsek setempat. Kita menemukan Polres Batang waktu itu, kami melaporkan telah terjadi kejadian seperti ini," jelasnya.

Baca Juga: DPRD Jabar: Penyerangan Bus Persib U-18 Bukan Rivalitas, tetapi Kriminalitas

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh kepolisian. Petugas menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan sekaligus menjemput Pandu Persada yang tertinggal di Rest Area Batang KM 360.

"Akhirnya ditindaklanjuti oleh Polres Batang untuk menjemput rekan kami yang memang tertinggal di area 360," pungkasnya.

Kontributor : Rahman

Load More