Ronald Seger Prabowo
Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:10 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menempati posisi teratas dalam penilaian kinerja menteri Kabinet Merah Putih berdasarkan survei Arawicaksa Institute menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka [Suara.com/Bagaskara]
Baca 10 detik
  • Arawicaksa Institute merilis survei kinerja menteri Kabinet Merah Putih pada 3 hingga 8 Oktober 2026.
  • Abdul Mu’ti dan Amran Sulaiman menempati posisi teratas berkat berbagai program strategis yang mereka jalankan.
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berada di posisi terbawah akibat sejumlah persoalan di sektor energi.

Rudi menilai Prasetyo Hadi berperan dalam mengomunikasikan sikap dan kebijakan pemerintah kepada masyarakat. Sementara itu, Teddy Indra Wijaya dinilai aktif memberikan penjelasan mengenai berbagai isu yang menjadi sorotan publik.

Bahlil Lahadalia Mendapat Skor Terendah

Di sisi lain, survei tersebut menempatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada posisi terbawah dalam penilaian kinerja menteri, dengan skor rata-rata 1,2.

Sejumlah menteri lain yang masuk dalam kelompok dengan penilaian terendah adalah Menteri Desa Yandri Susanto dengan skor 1,3, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai sebesar 1,5, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait sebesar 1,6, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid sebesar 1,8.

Menurut Rudi, penilaian terhadap Bahlil berkaitan dengan sejumlah persoalan di sektor energi, termasuk perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan dampaknya terhadap perilaku konsumen.

Ia menyebut kenaikan harga BBM nonsubsidi, seperti Pertamax, mendorong sebagian konsumen beralih ke Pertalite dan menimbulkan antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Adapun penilaian terhadap Yandri Susanto, menurut Rudi, turut dipengaruhi oleh sorotan terhadap pelaksanaan program Koperasi Desa. Ia menilai pelaksanaan program tersebut perlu mendapat perhatian agar tujuan penguatan perekonomian desa dapat tercapai.

Nusron Wahid juga mendapat sorotan terkait sejumlah perkara hukum yang disebut dalam siaran pers. Namun, penyebutan nama seseorang dalam suatu perkara tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan atau kesalahan hukum. Status dan perkembangan perkara tersebut perlu dikonfirmasi melalui sumber resmi.

Daftar Menteri dengan Penilaian Terendah

Baca Juga: Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Berikut 10 menteri yang masuk dalam kelompok dengan skor penilaian terendah berdasarkan siaran pers Arawicaksa Institute:

Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM — 1,2.
Yandri Susanto, Menteri Desa — 1,3.
Natalius Pigai, Menteri HAM — 1,5.
Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman — 1,6.
Nusron Wahid, Menteri ATR/Kepala BPN — 1,8.
Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata — 2,0.
Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan — 2,1.
Rini Widyantini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi — 2,2.
Yassierli, Menteri Ketenagakerjaan — 2,2.
Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum — 2,3.

Rudi mengatakan evaluasi terhadap kinerja para menteri diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pemerintah. Menurut dia, evaluasi tersebut perlu dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan capaian program dan dinamika politik.

“Evaluasi terhadap kinerja dan penilaian para pembantunya di jajaran Kabinet Merah Putih diharapkan berlangsung secara objektif, demi keberhasilan program-program ke depan dengan tetap memperhitungkan dukungan kekuatan-kekuatan politik yang ada,” ujarnya.

Metodologi Survei

Arawicaksa Institute menyatakan survei dilakukan pada 3–8 Oktober 2026 terhadap 1.200 responden yang diklaim mewakili seluruh provinsi di Indonesia.

Load More