Andi Ahmad S
Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:12 WIB
Ilustrasi kekeringan di Cianjur. [ANTARA FOTO/Muhammad Mada/YU]
Baca 10 detik
  • Sebanyak dua belas kecamatan di Cianjur masih mengajukan permohonan bantuan air bersih akibat kemarau panjang.
  • BPBD Cianjur menyalurkan sekitar tiga puluh ribu liter air setiap hari melalui koordinasi dengan berbagai instansi terkait.
  • Distribusi air bersih terkendala keterbatasan armada dan jarak tempuh, terutama di wilayah selatan Cianjur.

SuaraJabar.id - Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama, mengatakan masih ada 12 kecamatan yang mengajukan bantuan air bersih karena kekeringan.

Menurut dia, belasan kecamatan yang masih mengajukan seperti Cianjur, Haurwangi, Mande, Karantengah, Cibeber, Cikalongkulon, Sukaluyu, Campaka, Sukanagara, dan Cibinong serta sejumlah kecamatan di wilayah selatan.

Pihaknya berkoordinasi dengan Perumdam Cianjur, Polres Cianjur, PUTR Cianjur, PMI Cianjur, dan relawan mengatur jadwal pendistribusian dapat terpenuhi setiap hari, di mana sekitar 30 ribu liter air bersih disalurkan.

“Permintaan air bersih setiap harinya terus meningkat karena kemarau panjang masih terjadi, terlebih dari wilayah selatan yang belum turun hujan sama sekali, sehingga kami lakukan kordinasi dengan berbagai pihak," katanya.

Meski dampak kekeringan sudah tidak merata, namun di belasan kecamatan terdapat empat sampai enam desa yang warganya masih kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga wilayah yang dapat dijangkau langsung dikirim tangki air bersih.

Pendistribusian belum dapat dilakukan secara maksimal terutama di wilayah selatan karena keterbatasan armada dan jarak tempuh yang cukup sulit dilalui, ditambah hingga saat ini pihaknya hanya mengoperasikan satu unit mobil tangki pinjam pakai dari BPBD Jabar.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, pihaknya melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengatur jadwal pendistribusian air bersih sehingga seluruh permintaan dalam satu hari dapat terlayani terutama di wilayah timur Cianjur.

"Kami berkolaborasi setiap harinya mengatur jadwal tangki yang diturunkan dapat memenuhi permintaan di sejumlah wilayah terutama timur Cianjur, sedangkan untuk wilayah selatan kami masih kesulitan armada," katanya.

Terkait kekeringan yang berdampak terhadap lahan pertanian yang banyak dilaporkan ke BPBD Cianjur, pihaknya melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) bidang pengairan untuk melakukan penanganan.

Baca Juga: Polisi Bongkar Markas Operator Judol di Vila Cianjur, Sembilan Orang Ditangkap

"Ini menjadi perhatian karena kekeringan tidak hanya mengganggu pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi berpotensi menghambat aktivitas pertanian, kami berkoordinasi dengan pihak terkait dalam penyaluran bantuan air bersih," katanya. [Antara].

Load More