- Agung Sedayu Group meresmikan destinasi komersial dan gaya hidup La Vela Little Europe di Green Lake City pada 25 Oktober 2026.
- Kawasan seluas hampir enam hektare tersebut mengusung arsitektur khas Eropa yang memadukan ritel, kuliner, hiburan, dan ruang interaksi masyarakat.
- Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen pada kuartal II 2026, sementara penjualan eceran September 2026 diprakirakan naik 1,4 persen secara tahunan.
SuaraJabar.id - Pengembang properti terus mengembangkan kawasan komersial terpadu untuk memperluas sumber pendapatan di tengah persaingan bisnis ritel.
Konsep yang menggabungkan perdagangan, kuliner, hiburan, dan rekreasi menjadi salah satu pendekatan untuk menarik pengunjung sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan.
Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan penjualan eceran pada September 2026 diprakirakan tumbuh 1,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Namun, secara bulanan penjualan eceran diprakirakan turun 2,3 persen. Kondisi ini menunjukkan pergerakan konsumsi ritel masih perlu dicermati, termasuk oleh pelaku usaha yang mengembangkan pusat perdagangan dan gaya hidup.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada kuartal II 2026. Konsumsi rumah tangga masih menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi, sehingga daya beli masyarakat menjadi faktor penting bagi perkembangan bisnis ritel dan sektor properti komersial.
Salah satu pengembangan kawasan komersial terpadu dilakukan Agung Sedayu Group (ASG) melalui La Vela Little Europe di Green Lake City. Destinasi komersial dan gaya hidup tersebut resmi dibuka pada Minggu (25/10/2026).
Pengembang properti tersebut juga menyiapkan tahapan pengembangan lanjutan untuk memperluas fungsi kawasan melalui konsep terpadu yang menggabungkan aktivitas komersial, rekreasi, dan gaya hidup.
CEO Agung Sedayu Group Steven Kusumo mengatakan, kehadiran La Vela merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan daya tarik Green Lake City sebagai kawasan yang telah berkembang.
Menurut dia, pengembangan pusat komersial tidak lagi cukup hanya mengandalkan keberadaan pertokoan atau pusat belanja. Pengembang perlu menghadirkan pengalaman berbeda agar kawasan memiliki nilai tambah sekaligus mampu menarik kunjungan masyarakat.
Baca Juga: Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas
“Green Lake City ini sudah sangat matang. Nah, kami hadirkan La Vela ini untuk menghadirkan retail experience yang berbeda. Ini menambah value dari segi komersial. Dari sisi pariwisata juga punya value,” ujar Steven, Selasa (27/10/2026).
La Vela dikembangkan di atas lahan hampir enam hektare dengan mengusung konsep European lifestyle destination. Kawasan tersebut memadukan fungsi ritel, kuliner, hiburan, serta ruang interaksi masyarakat dengan karakter arsitektur khas Eropa.
Desain bangunannya terinspirasi dari sejumlah kota di Eropa, termasuk kanal bergaya Venesia, jalur pedestrian, jembatan, serta bangunan Chapel yang menjadi ikon kawasan.
Steven menilai pengembangan kawasan komersial dengan identitas kuat menjadi salah satu pendekatan yang diperlukan untuk menghadapi persaingan industri properti dan ritel.
“Kami harus think out of the box. Di Agung Sedayu Group, konsep out of the box itu kami terapkan melalui La Vela dengan detail konsep yang sangat beda, spesial, dan tidak ditemukan di tempat lain juga,” jelasnya.
Pengembangan La Vela berlangsung secara bertahap, dimulai dengan fase pertama pada Juli 2025 dan dilanjutkan fase kedua pada Juni 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Dugaan Keracunan MBG di Dramaga: 481 Siswa Mengeluh Sakit
-
Pengembang Properti Perkuat Konsep Kawasan Terpadu, Ini Strateginya
-
Jaro Ade : 417 Siswa SMP di Dramaga dan Petir Diduga Keracunan MBG
-
Ratusan Siswa SMPN 1 dan 2 Dramaga Diduga Keracunan MBG, Sejumlah Korban Dirawat
-
Miris! Kendaraan Dinas Pemkot Banjar Tunggak Pajak hingga Setengah Miliar