- Jurnalis Bogor menggelar aksi solidaritas di Mapolresta Bogor Kota pada 30 Oktober 2026 menolak dugaan intimidasi peliputan.
- Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Adithya Panji Anom menyampaikan permohonan maaf serta menjatuhkan sanksi kepada personel terlibat.
- Kapolresta mengimbau jurnalis memakai kartu identitas resmi untuk memudahkan identifikasi petugas saat demonstrasi berlangsung.
SuaraJabar.id - Aksi solidaritas jurnalis Bogor menyikapi dugaan intimidasi terhadap videografer Metropolitan saat meliput aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Tugu Kujang, Kota Bogor, pada 28 Oktober 2026, berlangsung kondusif, Jumat (30/10/2026).
Dalam aksi tersebut, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Adithya Panji Anom menemui sejumlah jurnalis yang menyampaikan aspirasi di depan Mapolresta Bogor Kota.
Adithya menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahaman yang terjadi saat pengamanan aksi unjuk rasa mahasiswa di kawasan Tugu Kujang.
"Atas nama Polresta Bogor Kota, kami memohon maaf ada kesalahpahaman saat pengamanan aksi unjuk rasa di Tugu Kujang," kata Adithya.
Ia juga menyebut personel yang terlibat dalam insiden tersebut telah dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Saya berharap hubungan Polresta Bogor Kota bisa semakin baik lagi," ujarnya.
Ke depan, Adithya mengimbau para jurnalis yang melakukan peliputan di lokasi demonstrasi agar menggunakan kartu identitas pers. Menurutnya, hal itu diperlukan untuk memudahkan petugas membedakan jurnalis dengan peserta aksi.
"Tolong gunakan ID card, sehingga tahu mana jurnalis dan mana peserta aksi," katanya.
Sebelumnya, aksi Solidaritas Jurnalis Bogor melibatkan sejumlah organisasi dan komunitas pers, di antaranya Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Barat, Forum Pemred Bogor, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor, serta Media Center Kota Bogor.
Baca Juga: KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab
Aksi tersebut juga diikuti perwakilan wartawan dari Radar Cianjur, Radar Depok, Radar Bekasi, Radar Sukabumi, serta sejumlah jurnalis dari berbagai media di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor.
Dalam aksi solidaritas tersebut, para jurnalis menyampaikan lima tuntutan kepada kepolisian.
Adapun lima tuntutan tersebut yakni:
1. Mendesak Kapolresta Bogor Kota menyampaikan permohonan maaf atas dugaan tindakan represif yang dilakukan anggotanya.
2. Mendesak agar oknum aparat yang terlibat diproses dan ditindak sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku.
3. Mendesak evaluasi menyeluruh terhadap cara-cara aparat dalam pengamanan aksi unjuk rasa.
Berita Terkait
-
KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab
-
Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor
-
Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor
-
Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum
-
Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer
-
Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan
-
KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026