alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pastikan Titik Kapal Karam di Palabuhanratu, Polair Butuh Pendeteksi Logam

Chandra Iswinarno Senin, 22 Juni 2020 | 18:42 WIB

Pastikan Titik Kapal Karam di Palabuhanratu, Polair Butuh Pendeteksi Logam
Lokasi benda mirip bangkai kapal di Pantai Cikembang, Desa Pasirbaru, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi dalam citra satelit Google Maps. [Sumber Foto: Istimewa]

Pihak Polair juga pernah mendapat informasi dari warga pada 2017 lalu, google maps juga menangkap gambar seperti kapal tenggelam di lokasi yang sama.

SuaraJabar.id - Heboh warganet di Sukabumi terkait informasi adanya kapal besar yang karam tak jauh dari Pantai Cikembang Kecamatan Cisolok ditindaklanjuti Satuan polisi air Polres Sukabumi bersama unit Intel Lanal Bandung dan Personil Sarda dengan melakukan pengamatan dan mengecek lokasi tersebut pada Minggu (21/6/2020).

Dari hasil pengamatan, Kasat Polair AKP Tri Andri Afandi menuturkan berdasarkan pengamatan dari foto satelit, kapal yang diduga karam itu berukuran panjang 150 meter dengan lebar sekitar 28-30 meter.

Sedangkan, jarak antara posisi kapal karam tersebut dengan pantai terdekat sekitar 1,2 mil dengan titik koordinat BT 6.972601-106.427192 LS. Meski begitu, dia menyatakan untuk memastikan adanya kapal yang karam di dasar laut itu dibutuhkan sebuah alat.

"Karena terkendala dengan tidak adanya peralatan untuk melaksanakan pendeteksian benda di bawah laut, kita hanya mengecek kepastian koordinat dan situasi arus permukaan laut," ujarnya seperti dilansir Sukabumiupdate.com-jaringan Suara.com pada Minggu (21/6/2020).

Baca Juga: TKP Kapal Karam yang Terpotret Google Maps Dikenal Jadi Spot Mancing

"Setelah ini langsung berkoordinasi dengan dinas atau instansi yang memiliki alat pendeteksi logam di bawah laut," jelasnya.

Menurut Tri, pihaknya juga pernah mendapat informasi dari warga pada 2017 lalu, google maps juga menangkap gambar seperti kapal tenggelam di lokasi yang sama. Namun dia menyatakan, jika lokasi kapal karam yang ditunjukan Google Maps tidak mengganggu alur pelayaran.

"Lokasi diduga kapal karam itu merupakan tempat spot memancing kata masyarakat nelayan sekitar, Tapi tidak mengganggu arus pelayaran kapal besar maupun perahu nelayan. Informasi dari tokoh nelayan, bangkai kapal di dasar laut sudah lama terjadi, tetapi tidak diketahui pasti kapan kapal itu karamnya," katanya.

Untuk diketahui, Warganet Sukabumi dibuat heboh dengan postingan gambar hasil pencitraan satelit google maps yang menangkap penampakan benda mirip kapal yang karam. Diduga kapal karam itu berada di pesisir Pantai Cikembang, Cisolok.

Gambar ini pertama kali diposting pemilik akun Akbar Alfiana N di grup Sukabumifacebook, Sabtu (20/6/2020) dini hari WIB.

Baca Juga: Nelayan Sebut Bangkai Kapal Karam yang Hebohkan Medsos dengan Nama 'Badong'

"Saha nu te apal palabuan ratu?? Pasti sadayana ge tos pada apal... cik keneh bieu na googlemap abdi ninggalian palebah palabuan ratu jiga aya penampakan kapal gede.. ari pas d zoom teh gening jiga kapal nu karam atau ti teleum...Cobi aya nu terang tur nga infoan seputar ieu gambar??".

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait