Pasukan Khusus BIN, Angkatan Perang Kelima?

Secara konstitusional, Indonesia hanya mengenal dua bentuk kekuatan bersenjata yakni TNI dan Kepolisian Republik Indonesia.

Ari Syahril Ramadhan
Senin, 14 September 2020 | 13:11 WIB
Pasukan Khusus BIN, Angkatan Perang Kelima?
Kepala BIN, Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan, didampingi Ketua DPR, Puan Maharani, dan sejumlah pejabat saat meninjau Sekolah Tinggi Intelijen Negara, Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/9/2020). ANTARA/HO-BIN

Sebelumnya dalam video yang viral di media sosial, BIN menampilkan atraksi "pasukan khusus" bernama Rajawali. "Pasukan khusus" mengenakan seragam lapangan taktikal, menyandang kelengkapan komunikasi, perlindungan diri, hingga senjata perorangan --termasuk senjata laras panjang-- beraksi saat inanugurasi peningkatan statuta STIN, di Plaza STIN, Sentul, Kabupaten Bogor, Rabu (9/9).

Di lain pihak, Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati berpendapat intelijen khusus (Intelsus) "Rajawali" yang dimiliki oleh Badan Intelijen Negara (BIN) bukan merupakan pasukan khusus, seperti video yang beredar di dunia maya.

"Intelsus Rajawali bukan pasukan khusus, namun taruna/taruni dan para agen lulusan STIN dan Seno (BIN) yang terpilih dididik untuk memiliki kemampuan Intelsus termasuk kemampuan intelijen tempur (Intelpur)," kata Susaningtyas, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu (13/9/2020).

Mereka, lanjut dia, nantinya dikirim ke tempat penugasan melaksanakan operasi intelijen penting memiliki kemampuan dalam menghadapi ancaman.

"Jangan sampai saat hadapi kelompok bersenjata tak paham mengatasinya. Contohnya di Papua yang memiliki titik wilayah gawat (red spot)," ucapnya.

Dengan pertimbangan ancaman dan medan tugas yang akan dihadapi di Papua tersebut, kata dia, mereka perlu dibekali kemampuan intelsus dan intelpur sehingga lebih siap pada saat bergabung dengan satgas TNI/Polri.

Baca Juga:5 Momen Kartika Putri Jualan Tomat Keliling, Telaten Banget!

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak