alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Arcamanik Jadi Kecamatan dengan Kasus Covid-19 Tertinggi di Kota Bandung

Ari Syahril Ramadhan Senin, 12 Oktober 2020 | 13:21 WIB

Arcamanik Jadi Kecamatan dengan Kasus Covid-19 Tertinggi di Kota Bandung
Petugas memberikan teguran tertulis kepada warga saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Bandung Raya, Setiabudi, Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/4). [ANTARA FOTO/M Agung Rajasa]

Jumlah total kasus positif Covid-19 di Kota Bandung hingga Minggu (11/10/2020) sendiri tercatat 1.584 kasus. Di bawah Arcamanik ada Kecamatan Coblong dengan 90 kasus.

SuaraJabar.id - Kecamatan Arcamanik menempati urutan pertama kecamatan dengan jumlah total kasus positif Covid-19 di kota Bandung. Hingga Minggu (11/10/2020), ada 92 kasus positif Covid-19 yang terkonfirmasi.

Jumlah total kasus positif Covid-19 di Kota Bandung hingga Minggu (11/10/2020) sendiri tercatat 1.584 kasus. Di bawah Arcamanik ada Kecamatan Coblong dengan 90 kasus dan Kecamatan Cicendo dengan 89 kasus positif Covid-19.

Untuk jumlah kasus positif aktif, Kecamatan Rancasari dengan 21 kasus menjadi yang terbanyak diikuti oleh Panyileukan dan Buahbatu masing-masing dengan 16 kasus. Bandung Wetan masih menjadi satu-satunya kecamatan yang saat ini tidak memiliki kasus positif aktif.

Berikut daftar 10 kecamatan dengan jumlah kasus positif terbanyak per Minggu (11/10/2020)

Baca Juga: Kisah Pejuang Nafkah, Nur Rofiq Si Penjaga Pertashop

  1.  Arcamanik dengan 92 kasus
  2. Coblong 90
  3. Cicendo 89
  4. Lengkong 87
  5. Bandung Kulon 81
  6. Buahbatu 78
  7. Andir 77
  8. Sukajadi 76
  9. Rancasari 72
  10.  Antapani 65

Menutup Jalan

Meski tidak sepakat masuk kategori zona merah versi Pemprov Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung melakukan beberapa kebijakan ekstra dalam penanganan pandemi pekan ini. Skema buka-tutup jalan yang sudah digulirkan sejak pemberlakuan AKB Diperketat beberapa pekan sebelumnya dilanjutkan. Alasannya, langkah tersebut dinilai efektif membatasi kerumunan.

“Buka tutup jalan akan terus kami lanjutkan. Karena berdasarkan penelitian dan pengalaman, cara itu yang paling efektif untuk mengurangi kerumunan. Intinya pengetatan di lingkup kota akan ditingkatkan,” ujar Oded.

Operasi yustisi juga diperketat di seluruh wilayah kota. Selain aparat Pemkot, yang terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan linmas kewilayahan, turut bergabung dalam operasi-operasi itu petugas polisi dan TNI.

Ruas-ruas jalan di Kota Bandung yang ditutup mencakup mulai dari Simpang Otista - Suniaraja s/d Otista - Asia Afrika, mulai dari Simpang Asia Afrika - Tamblong s/d Asia Afrika - Cikapundung Barat, mulai dari Purnawarman - Riau s/d Purnawarman – Wastukencana, mulai dari Merdeka - Riau s/d Merdeka – Aceh, serta mulai dari Merdeka - Aceh s/d Merdeka – Jawa.

Baca Juga: WHO Tak Sarankan Lockdown untuk Kendalikan Pandemi Covid-19, Kenapa?

Waktu penutupan jalan dilakukan 3 kali sehari, yakni pukul 09.00 WIB-11.00 WIB, dilanjutkan pukul 14.00 WIB-16.00 WIB, kemudian pukul 21.00-06.00 WIB.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait