alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Polres Garut Selidiki Kasus Penganiayaan di Kapal Berujung Nelayan Hilang

Bangun Santoso Jum'at, 01 Januari 2021 | 06:35 WIB

Polres Garut Selidiki Kasus Penganiayaan di Kapal Berujung Nelayan Hilang
Sebagai ilustrasi kapal nelayan terdampar. [ANTARA FOTO/Ampelsa]

Ardi (27) warga Sulawesi Tenggara yang diduga sebagai pelaku ditahan di Markas Polsek Malangbong

SuaraJabar.id - Kepolisian Resor Garut, Jawa Barat, tengah mendalami motif seorang nelayan yang menganiaya sejumlah rekannya, bahkan ada yang sampai loncat dari atas kapal saat mencari ikan di laut lepas Samudra Hindia.

"Untuk motifnya, masih kami dalami, untuk sementara dugaan stres," kata Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Adi Benny Cahyono di Garut, Kamis (31/12/2020).

Ia menuturkan bahwa pihaknya terus berupaya mengembangkan kasus anak buah kapal yang melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam kepada sesama rekannya saat berada di atas kapal.

Ardi (27) warga Sulawesi Tenggara yang diduga sebagai pelaku ditahan di Markas Polsek Malangbong untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: 10 Tempat Wisata di Garut yang Menarik untuk Dikunjungi

"Sampai dengan kemarin sudah kami lakukan pemeriksaan awal, untuk status kasusnya TKP-nya ada di lepas pantai," katanya sebagaimana dilansir Antara.

Selain mengamankan terduga pelaku penganiayaan, polisi juga mengamankan seorang nelayan yang selamat dari peristiwa penganiayaan itu bernama Nelson (20) warga Nusa Tenggara Timur.

Korban lainnya, nakhoda dan empat anak buah kapal yang dilaporkan loncat dari kapal, kata Kapolres, saat ini masih dinyatakan hilang. Mereka masih dicari oleh petugas Satuan Polisi Air dan nelayan.

Menurut dia, hasil keterangan saksi bahwa mereka yang loncat dari kapal diperkirakan saat berada di wilayah perairan Cilacap, Jawa Tengah.

Untuk itu, pencariannya melibatkan kepolisian setempat.

Baca Juga: Jalur Wisata Selatan Rawan Longsor, BPBD Garut: Hindari jika Hujan Lebat

"Kami saat ini koordinasi dengan jajaran kepolisian di Jawa Timur karena mereka berangkat dari Pacitan. Kami juga berkoordinasi dengan Jawa Tengah," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait