Si kurir dengan bahasa sopan lemah lembut memberikan penjelasan namun mereka tetap menolak membayar. Atau dalam bahasa Indonesia memiliki arti:
“Tapi ibu lagi tidak ada uang, euy jang. Tuh ditulisnya disini kerudung tapi datangnya kolor. Tapi ibu sekarang gak ada uang gimana, dong?,” papar wanita itu.
Meski terus ditolak, kurir tetap menjelaskan bahwa pihaknya hanya bertanggung jawab mengantarkan selebihnya soal kesalahan barang maka urusannya dengan seller atau toko. Ia bahkan membantu menjelaskan sistem pengembalian barang.
Dalam perdebatan tersebut ketiga sama-sama menggunakan bahasa yang sopan. Namun akhirnya sang suami pemesan paket, terlihat mulai geram dan beranjak dari kursi hingga membawa golok menghampiri kurir.
Baca Juga:Viral Driver GoCar Ditusuk Oknum Jukir, Efek Hindari Bayar Parkir Sebabnya
Ia sempat mengatakan pada kurir terserah ingin menyimpan barangnya di sini atau membawanya kembali, yang pasti ia tidak mau membayarnya.
“Mineng aing teh kieu teh, mineng. Cokot bedog siah ku aing teh,” kira-kira seperti itu yang diucapkan pria tersebut.
Atau dalam bahasa Indonesia berarti:
“Sering saya tuh kayak gini, sering. Saya bawa golok, nih,” ujar pria tersebut.
Melihat suaminya dirundung amarah, sang istri mencoba mengingatkan. Ia meminta suaminya tidak emosi hingga melakukan kekerasan.
Baca Juga:8 Desa di Karanganyar Ini Rawan Kekeringan, Diare Juga Mengancam
Akhirnya ia hanya membawa golok dan melemparkan paket kepada kurir dan menyuruhnya pergi.