Sampai Dilirik Rhoma Irama, Cimahi Pernah Jadi Kota Juragan Kuda

"Sampai sekarang masih ada yang pesen aksesoris kuda. Dari luar kota juga ada. Seperti Pekanbaru, Aceh," ujar seorang penjual aksesoris kuda yang masih bertahan.

Ari Syahril Ramadhan
Selasa, 22 Juni 2021 | 16:35 WIB
Sampai Dilirik Rhoma Irama, Cimahi Pernah Jadi Kota Juragan Kuda
Seorang pedagang di Pasar Kuda Cimahi menunjukan aksesoris dan peralatan kuda di toko miliknya. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Kios tersebut milik Marasati Harahap (52), seorang pria asal Medan, Sumatera Utara. Ia meneruskan usaha mertuanya sejak tahun 2003 dengan menjajakan berbagai aksesoris kuda berbahan kulit sapi muda.

Seperti pelana kuda, sarungan kepala kuda, tali tuntunan, dan tali webbing. Selain itu ada juga lampu andong atau delman yang dibuat manual dari alumunium.

"Sampai sekarang masih ada yang pesen aksesoris kuda. Dari luar kota juga ada. Seperti Pekanbaru, Aceh," ujarnya

Semasa benar-benar menjadi Pasar Kuda, kata dia, dulunya transaksi jual beli hanya dilakukan hari Senin sana. Pecinta kuda dari Tasik, Garut dan berbagai daerah lainnya selalu memenuhi arema Pasar di hari tersebut.

Baca Juga:Mayangsari Pose Bareng Kuda, Dipuji Mirip Telenovela

Kini Pasar Kuda sudah tidak ada dan tinggal kenangan. Namun sejarahnya tak bisa dihilangkan dari benak masyarakat luas Jawa Barat. Terbukti, di Pasar Kuda yang sekarang menjadi Pasar Citeureup masih saja disebut dan dikenal publik sebagai Pasar Kuda.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak