facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Viral Video Rombongan Peti Mati Jenazah COVID-19, Dirut RSUD Cibabat: Begitu Kondisinya

Ari Syahril Ramadhan Senin, 28 Juni 2021 | 11:25 WIB

Viral Video Rombongan Peti Mati Jenazah COVID-19, Dirut RSUD Cibabat: Begitu Kondisinya
ILUSTRASI-Penampakan jenazah COVID-19 yang sudah dimasukkan dalam peti jenazah di kamar mayat RSUD Kota Bekasi. [Ist]

Ada lima peti jenazah yang didorong menggunakan tandu strecher yang dibawa tujuh petugas melalui sebuah lorong dengan posisi agak menurun.

SuaraJabar.id - Video sejumlah petugas yang membawa beberapa peti berisi jenazah viral di media sosial. Peti tersebut diduga berisi pasien COVID-19 yang sudah meninggal.

Dari video berdurasi 26 detik yang beredar, sejumlah peti yang dibawah lewat sebuah lorong itu berada di RSUD Cibabat, Kota Cimahi. Dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, petugas tersebut terus mengumandangkan takbir.

"RSUD Cibabat berduka. Semoga sadar masyarakat kalau sudah begini," tulis keterangan dalam video tersebut.

Dari video yang beredar, ada lima peti jenazah yang didorong menggunakan tandu strecher yang dibawa tujuh petugas melalui sebuah lorong dengan posisi agak menurun.

Baca Juga: Miskomunikasi, Jenazah Covid di Gresik Dikubur Keluarganya Sendiri Tanpa APD

Saat dikonfirmasi Direktur Utama (Dirut) RSUD Cibabat Kota Cimahi Sukwanto Gamalyono membenarkan bahwa video yang beredar tersebut memang benar di RSUD Cibabat, yang berlokasi di Jalan Jenderal Amir Machmud, Kota Cimahi.

"Kalau dari pakaian dan yang lainnya itu ya memang di (RSUD) Cibabat. Memang begitu kondisinya sekarang. Yang pasti tanggal 26 Juni itu 5 orang meninggal. Nah itu (video) juga mungkin yang tanggal 26 kemarin," ungkapnya saat dihubungi, Senin (28/6/2021).

Dirinya menyebut saat ini kondisi di RSUD Cibabat sudah tidak mampu lagi menampung pasien COVID-19 ataupun pasien umum. Namun ada pengecualian bagia pasien yang kondisinya sudah darurat.

"Kondisinya memang sudah penuh ambulans juga banyak yang balik lagi. Tapi kalau memang dia emergency karena sudah sesak, ya kita masukkan, itu sudah risiko. Kalau yang ringan disarankan untuk di rumah atau di rumah sakit lain," terangnya.

Tak cuma pasien COVID-19 yang melonjak hingga tak lagi bisa tertampung, jumlah nakes yang menangani COVID-19 namun terkonfirmasi positif juga mengalami penambahan.

Baca Juga: COVID-19 Menggila, Ketersediaan Tabung Oksigen Pasien COVID-19 Berkurang, Ada Penimbunan?

"Sekarang yang positif nakesnya jadi 88," pungkasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait