alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sabet 6 Emas Rowing, Jabar Berpeluang Jadi Juara Umum Dayung PON Papua

Ari Syahril Ramadhan Jum'at, 08 Oktober 2021 | 13:25 WIB

Sabet 6 Emas Rowing, Jabar Berpeluang Jadi Juara Umum Dayung PON Papua
Sejumlah ofisial kontingen menyaksikan lomba dayung nomor rowing PON Papua melalui Videotron di teluk Youtefa, Kota Jayapura, Jumat (8/10/2021). [ANTARA/Asep Firmansyah]

Jabar hampir pasti meraih juara umum di cabang olahraga dayung di PON XX Papua.

SuaraJabar.id - Enam dari delapan medali emas yang ada di erlombaan final hari kedua nomor rowing cabang olahraga dayung nomor rowing Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua berhasil direbut oleh kontingen Jawa Barat.

Dengan tambahan 6 medali emas di final yang digelar di di Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Jumat (8/10/2021) itu, Jabar hampir pasti meraih juara umum di cabang olahraga dayung.

Jabar kini telah mengoleksi 14 emas, 7 perak, dan 6 perunggu, meninggalkan Sulawesi Tenggara dengan 5 emas, 1 perak, dan 1 perunggu.

Enam emas yang disabet Jabar masing-masing melalui nomor lightweight men's single sculls (LM1X), pairs (M2-), lightweight women's double sculls (LW2X), men's quadruple sculls (M4X), women's double sculls (W2X), dan men's eight (M8+)

Baca Juga: PON Papua: Nabila Persembahkan Emas Ketiga untuk DKI di Nomor Gada

Sementara dua nomor lain yang diperlombakan pada Jumat, Sulawesi Tenggara mengamankan satu emas pada nomor women's four (W4-) dan Maluku pada nomor men's single sculls (M1X).

Pelatih Rowing Jawa Barat Sjafril mengatakan pundi-pundi emas yang disumbangkan lewat rowing merupakan buah dari pembinaan secara berkelanjutan.

Bahkan, saat pandemi, tim rowing Jabar tetap melakukan pemusatan latihan di Karawang.

Selain untuk meningkatkan performa atlet, pemusatan latihan ini juga untuk melindungi para atlet agar tidak terpapar COVID-19.

Berbeda apabila mereka pulang ke rumah masing-masing, risiko penularan tergolong tinggi.

Baca Juga: Keunikan Rumah Adat Jawa Barat, Pakai Nama Hewan Anjing dan Badak

"Kita berusaha tetap latihan di Kamp Cipule, saat itu pandemi lagi tinggi-tingginya. Jadi, kami meminta anak-anak untuk tidak pulang dulu," kata dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait