alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sejarah Kota Bogor: Dulu Ibu Kota Kerajaan Pajajaran, Kini Penyanggah Ibu Kota Negara

Pebriansyah Ariefana Rabu, 24 November 2021 | 15:09 WIB

Sejarah Kota Bogor: Dulu Ibu Kota Kerajaan Pajajaran, Kini Penyanggah Ibu Kota Negara
Tugu Kujang Bogor. (Shutterstock)

Kota Bogor menjadi salah satu pusat politik di Indonesia.

SuaraJabar.id - Kota Bogor merupakan daerah yang masuk di wilayah Provinsi Jawa Barat. Sejarah kota Bogor cukup panjang dan sangat menarik untuk diulas, mulai dari menjadi Ibu Kota Kerajaan Pajajaran hingga kini jadi salah satu kota terpenting penyanggah Ibu Kota Negara.

Daerah yang dikenal sebagai kota hujan ini mempunyai sejarah dan peradaban yang dimulai sejak abad IV Masehi. Sejarah Bogor erat kaitannya dengan Kerajaan Pajajaran. Beberapa tulisan sejarah menyebutkan jika Bogor menjadi pusat pemerintahan kerajaan terbesar yang menguasasi Pasundan pada sekitar abad 13-15 Masehi.

Kota ini juga diyakini sebagai tempat berdirinya Kerajaan Tarumanegara. Sejumlah kerajaan lain ikut bermukim di Bogor dengan alasan daerah pegunungan Bogor bisa dijadikan tempat untuk bertahan melawan serangan. Di sisi lain daerahnya yang subur memiliki akses mudah untuk jalur perdagangan.

Kerajaan Sunda mempunyai ibu kota yang bernama Pajajaranan yang lokasinya diyakini berada di Kota Bogor. Hal itu dibuktikan dengan adanya prasasti-prasasti yang ditemukan di Kota Bogor. Salah satu prasasti 1533 mengisahkan kekuasaan Prabu Surawisesa dari Kerajaan Sunda.

Baca Juga: Terobosan Baru, Jajanan Pasar UMKM Resmi Jadi Sajian di Hotel Mewah Bogor

Pada masa kolonial Belanda, kota ini dikenal dengan julukan Buitenzorg yang memiliki makna tanpa kecemasan atau aman tentram. Pada ekspedisi Belanda 1687 yang dipimpin Scipio dan Riebeeck berhasil menemukan kembali catatan sejarah Kota Pakuan yang hilang setelah penyerbuan tentara Banten.

Istana Bogor (Wikimedia Commons)
Istana Bogor (Wikimedia Commons)

Seiring pembangunan Jalan Raya Deendels, pada 1745 Gubernur Jendral Gustaaf Willem Baron Van Imhoff membangun Istana Bogor. Kemudian ia menggabugkan 9 distrik yang meliputi Cisarua, Pondok Gede, Ciawi, Ciomas, Cijeruk, Sindang Barang, Balubur, Dramaga dan Kampung Baru ke dalam satu pemerintahan. Kemudian kawasan itu disebut Kampung Baru Buitenzorg.

Pada masa pendudukan Inggris, Istana Bogor direnofasi dan sebagian kawasannya dijadikan kebun raya. Pada 1903 terbit UU Desentralisasi untuk menghapus sistem pemerintahan tradisional dengan sistem administrasi pemerintahan modern. Kemudian muncullah sistem Staadsgemeente.

Provinsi Jawa Barat dibentuk pada 1925 yang terdiri dari 5 karesidenan, 18 kabupaten dan kotapraja. Dalam hal ini buitenzorg atau Bogor salah satu staads gemeente Provinsi Jawa Barat.

Pada masa panjajahan Jepang, pemerintahan Kota Bogor melemah. Sebab pemerintahan dipusatkan pada tingkat karesidenan yang berkedudukan di Kota Bogor. Selain itu nama-nama lembaga pemerintahan juga diubah.

Baca Juga: Buka Sekolah Calon Pejabat Publik, PKS Jabar: Non Kader Bisa Daftar

Setelah Indonesia merdeka, nama Kota Bogor diubah menjadi Kota Besar Bogor. Hal yang mendasari ini yakni UU No.16/1950. Pada 1957 namanya berubah lagi menjadi Kota Praja Bogor.

Hingga akhirnya melalui UU No.18/1965 dan UU No.5/1974 berubah menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Bogor. Pada puncaknya Kotamadya Daerah Tingkat II Kota Bogor diubah menjadi Kota Bogor melalui UU No.22/1999.

Kebun Raya Bogor (dok https://kebunraya.id/)
Kebun Raya Bogor (dok https://kebunraya.id/)

Geografis

Kawasan Bogor banyak terdiri dari dataran tinggi atau pegunungan. Rata-rata mempunyai ketinggian 190 meter dan maksimal 350 meter dengan jarak 60 km dari ibu kota.

Iklim di Kota Bogor termasuk golongan tropis dengan tipe hutan hujan tropis. Curah hujan di Bogor sangat tinggi, yakni sekitar 3.500-4000 mm.

Kepala Daerah Bogor

Kepala daerah dipimpin oleh Walikota yang dimulai sejak 1945 atau setelah Indonesia merdeka. Berikut daftar Walikota Bogor:

  1. R. Odang Prawiradirja
  2. M. Witjaksono Wirjodiharjo
  3. JJ. Penoch
  4. R. Djoekardi
  5. R.H.S.A. Kartadjoemena
  6. Pramono Notosudiro
  7. Abdul Rachman
  8. Achmad Adnanwidjaja
  9. Achmad Syam
  10. Achmad Sobana
  11. Muhammad
  12. Suratman
  13. Eddy Gunardi
  14. Iswara Natanegara
  15. Diani Budiarto
  16. Bima Arya Sugiarto

Pusat Wisata

Tempat wisata Bogor sangat menarik, mulai dari objek wisata yang memiliki sejarah hingga tempat wisata alam yang pemandangannya begitu memukau. Salah satu tempat yang dikenal banyak dikunjungi masyarakat saat liburan yakni Puncak Bogor. Diantara tempat wisata Bogor yakni:

  1. Kebun Raya Bogor
  2. Istana Bogor
  3. Prasasti Batutulis
  4. Taman Topi
  5. Situ Gede
  6. Taman Safari

Ciri khas Bogor

Ciri khas Kota Bogor bisa diketahui melalui kuliner, budaya dan kearifan lokalnya. Salah satu yang terkenal yakni kota ini sering turun hujan. Sebab Bogor kaya akan hujan gorografi.

Adapun kebudayaan khas Bogor yakni kesenian Angklung, kesenian Padalengan, Cakung dan lain-lain. Sedangkan kuliner khas Bogor di antaranya Toge Goreng, Talas Bogor, Asinan Bogor dan lain-lain.

Demikian penjelasan menegenai sejarah Kota Bogor. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuan khususnya di bidang sejarah.

Kontributor : Muhammad Aris Munandar

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait