facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jual Tanah Orang Lain, Sindikat Pemalsu Sertifikat Tanah Tipu Warga Rp 1,4 Miliar

Ari Syahril Ramadhan Rabu, 08 Desember 2021 | 11:38 WIB

Jual Tanah Orang Lain, Sindikat Pemalsu Sertifikat Tanah Tipu Warga Rp 1,4 Miliar
Barang bukti sertifikat tanah, AJB dan dokumen kependudukan (KTP/KK) palsu yang disita dari sindikat pemalsu dokumen kepemilikan tanah yang ditunjukan Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah saat konferensi pers di Mapolres Sukabumi ruang Presidi pada Selasa, (7/11/2021). [ANTARA/Aditya Rohman]

"Aksi penipuan dengan modus memalsukan sertifikat tanah, AJB dan dokumen kependudukan yang dilakukan sindikat ini cukup profesional," kata Kapolres Sukabumi.

SuaraJabar.id - Sindikat pemalsu sertifikat tanah, akta jual beli dan dokumen kependudukan di Kabupaten Sukabumi berhasil menjual sebidang tanah milik orang lain menggunakan sertifikat tanah palsu.

Para pelaku yang sempat beraksi di Kampung Pasirgabig, Kabupaten Sukabumi kini diamankan Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi.

"Pada kasus ini kami berhasil menangkap lima tersangka berinisial AM (39,) HMK (63), YAW (54), SK (48), dan MN (21) di Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar. Para tersangka ini mempunyai perannya masing-masing dalam menjalankan aksinya yang menyebabkan korban merugi hingga Rp 1,4 miliar," kata Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah, dikutip dari Antara, Selasa (7/6/2021).

Menurut Dedy, para tersangka ini sudah menjalani aksinya sejak Februari 2021.

Baca Juga: Tangkap 5 Sindikat Pemalsu Surat Tanah Sukabumi, Polisi Ungkap Motif Pelaku

Adapun modusnya menjual sebidang tanah milik orang lain dengan luas sekitar 14.329 meter persegi korban berinisial HJD dengan menggunakan sertifikat tanah palsu.

Agar aksi jahatnya tidak dicurigai oleh korbannya, lima tersangka bersama satu pelaku lainnya yang masih buron mencetak sertifikat tanah palsu tersebut dengan kualitas hampir mirip dengan yang aslinya.

Untuk melengkapi persyaratan jual beli lainnya agar modusnya berjalan dengan lancar, sindikat ini pun memalsukan seluruh dokumen kependudukannya seperti kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga.

Setelah seluruh persyaratan lengkap, sindikat ini pun mulai melancarkan aksinya agar korbannya percaya dan mau membeli tanah yang ditawarkannya.

Melihat harga yang ditawarkan cukup murah dan seluruh dokumennya lengkap, HJD pun mau membeli tanah yang ditawarkan para tersangka dengan nilai Rp 1,4 miliar.

Baca Juga: Eksekusi Lahan di Medan Ditunda Karena Dapat Perlawanan

Namun, saat korban memeriksa dokumen kependudukan dan kepemilikan tanah tersebut semuanya palsu.
Ternyata tanah seluas 14.329 meter persegi yang berada di Kecamatan Cikembar milik orang lain dan nama pemilik tanah yang tercatat dalam sertifikat asli bernama Nurhayin Aziz.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait