alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kemunculan Hiu Paus Dekati Pantai di Sukabumi Sebelum Gempa Banten Terjadi

Galih Prasetyo Sabtu, 15 Januari 2022 | 06:42 WIB

Kemunculan Hiu Paus Dekati Pantai di Sukabumi Sebelum Gempa Banten Terjadi
Ikan hiu paus dan ikan remora (elemen envato)

Hiu paus terekam mendekati pantai Citepus Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat beberapa jam sebelum gempa Banten terjadi.

SuaraJabar.id - Hiu paus atau geger lintang beberapa jam sebelum gempa Banten terjadi pada Jumat (14/1/2022) terekam berenang mendekati bibir Pantai Citepus Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Hiu Paus tadi memang sempat berenang mendekati bibir Pantai Citepus, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu. Kemunculannya sekitar pukul 10.00 WIB dan beberapa wisatawan sempat memotret dan merekamnya dengan handphone dan kebetulan saya juga berada di lokasi," kata petugas Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Asep Saepulloh atau Asep Edom kepada wartawan di Sukabumi.

Menurut Asep Edom, warga di Palabuhanratu menyebut Geger Lintang ini dengan sebutan Hiu Bentang, meskipun berukuran besar tetapi tidak menyerang manusia. Kemungkinan Hiu Bentang mendekati bibir pantai karena sedang menyantap ikan-ikan kecil atau plankton.

Namun dirinya, tidak ingin mengaitkaan kemunculan Geger Lintang ini dengan kejadian gempa bumi yang berpusat di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten pada pukul 16.05 WIB.

Baca Juga: Getaran Gempa Banten Juga Dirasakan di Istana Bogor

Ia menganggap kemunculan hiu bernama ilmiah Rhincodon typus tengah mencari makan. Tapi harus diakui Hiu Bentang sangat jarang melintas di Pantai Citepus dan sekitarnya apalagi sampai mendekati bibir pantai.

"Kaitan kemunculan Hiu Bentang dengan kejadian gempa saya kurang paham dan saya menganggap hiu tersebut tengah makan yang kemungkinan sumber pakannya sedang banyak di sekitar bibir Pantai Citepus," tambahnya.

Asep Edom mengatakan saat Hiu Bentang ini muncul ke permukaan laut kondisi pantai saat itu sedang sepi pengunjung dan hanya terlihat beberapa wisatawan saja, namun ia tetap memberikan imbauan untuk menjauhi pantai dan tidak mendekat hewan yang terancam punah ini.

Walaupun tidak memangsa atau menyerang orang, tetapi tetap berbahaya karena kibasan dari ekor maupun siripnya yang berukuran besar bisa melukai manusia.

Kemunculannya memang tidak lama tapi tetap menjadi daya tarik bagi wisatawan maka dari itu, ia mengimbau agar wisatawan tidak nekat atau penasaran untuk mendekatinya. [ANTARA]

Baca Juga: Update Gempa Banten: 54 Rumah, 3 Sekolah, 1 Puskesmas hingga 2 Musala Rusak

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait