Selanjutnya, Wamendag juga meninjau Pasar Cikurubuk, yang pada 2015 mengalami musibah kebakaran di sebagian areanya. Pasar yang dibangun pada 1994 ini memiliki 2.772 kios dan 50 los dengan jumlah pedagang sebanyak 2.885 orang. Sedangkan, komoditas yang dijual di pasar ini di antaranya bapok, buah-buahan, kelontongan, bumbu masak, peralatan rumah tangga, tas, dan pakaian.
Dalam rangkaian kunjungan kerjanya, Wamendag turut mengikuti peresmian gedung Pusat Promosi dan Pemasaran Pusat Pengembangan Industri Kerajinan (PPIK) Tasikmalaya.
Dalam sambutannya, Wamendag menyampaikan Kementerian Perdagangan sangat mendukung dan mengapresiasi pembangunan serta pengembangan pusat promosi dan pemasaran di PPIK Tasikmalaya tersebut.
“Kita butuh banyak pusat promosi dan pemasaran seperti ini untuk mendorong penggunaan produk-produk buatan dan merek Indonesia yang berkualitas serta berdaya saing tinggi,” ungkap Wamendag.
Baca Juga:Miris! Bayi 2 Tahun di Banjar Dihajar Ayah Tiri hingga Babak Belur
Kementerian Perdagangan siap berkolaborasi dengan pemerintah di daerah melalui beberapa program asistensi kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) baik lokal maupun yang berorientasi ekspor.
Tentunya tidak lupa juga dengan peran para perwakilan perdagangan Indonesia, baik Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) maupun Atase Perdagangan di di mancanegara.
“Saya yakin, kehadirian PPIK akan menjadi sarana bagi produk-produk asli Indonesia untuk semakin menjadi raja di rumah sendiri dan memiliki kemampuan untuk nantinya menembus pasar internasional,” pungkas Wamendag.