Tahu dan Tempe Menghilang dari Pasar Tradisional di Kota Cimahi

"Tadi kami sudah melakukan pemantauan, dan untuk tahu dan tempe praktis tidak ada. Pedagang tutup, tidak jualan," kata Kadisdagkoperind Kota Cimahi.

Ari Syahril Ramadhan
Senin, 21 Februari 2022 | 10:31 WIB
Tahu dan Tempe Menghilang dari Pasar Tradisional di Kota Cimahi
Kepala Disdagkoperind Kota Cimahi Dadan Darmawan memantau stok tahu dan tempe yang kosong di Pasar Atas Baru, Senin (21/2/2022). [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Rizal, perajin tahu yang bergabung dalam Paguyuban Pengrajin Tahu mengatakan, aksi ini dilakukan untuk memprotes harga kedelai naik. Aksi dilakukan dengan harapan pemerintah bisa membantu menekan harga kedelai.

"Semoga dengan aksi mogok ini bisa ada tindak lanjut dari pemerintah agar harga kedelai turun," ujar Rizal belum lama ini.

Menurutnya, kenaikan harga bahan baku kedelai berimbas kepada produksi tahu. Jumlah tahu yang harus dikurangi agar tidak merugi dan tetap bisa dijual kepada konsumen ini merugikan banyak perajin.

"Dampaknya harus mengurangi produksi, karena nilai jual kurang karena saya harus menyesuaikan dengan harga. Januari ini kemarin di Rp10.500 terus sampai Rp11.500 per kilogram," ungkapnya.

Baca Juga:Mulai Hari Ini Pengrajin Tahu Tempe di Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi Mogok Produksi

Selain itu, Rizal mengaku terpaksa harus menaikkan harga jual meski banyak dikomplain oleh pembeli. Dari kapasitas produksi 5 ton, dia juga harus mengurangi jumlah karyawan demi menekan ongkos produksi.

"Ya, gimana karyawan yang biasa memproduksi harus dikurangi, demi menekan ongkos produksi juga. Sekarang sekotak besar di jual Rp 53.000," ungkapnya.

Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak