“Sekarang saya dapat pasokan minyak goreng kemasan saja 5 dus sekali belanja. Seminggu tiga kali dapat kiriman dijatah. Kalau minyak goreng curah sama sekali nggak ada,” pungkasnya.
Sementara salah seorang pedagang gorengan Ana (40) mengatakan, harga gorengan seperti bala-bala, mendoan, gehu dan lainnya dijual Rp 1500, padahal biasanya cuma Rp 1000.
“Otomatis harga gorengan juga naik, mengikuti harga minyak goreng. Biasanya saya jual Rp 1000-an, sekarang terpaksa dinaikkan. Harga jual gorengan juga menjadi Rp 1500-an, supaya ada lebihnya,” kata Ana.
Ana mengaku sekali jualan bisa menghabiskan 4 kilogram tepung. Namun sejak minyak goreng langka dan harga gorengan naik, pembeli jadi jarang.
Baca Juga:Menperin: 39 Perusahaan Siap Pasok 9.000 Ton Minyak Goreng Curah ke Pasar
“Saya biasanya habis 4 kilogram tepung, karena kenaikan harga berkurang menjadi 2 kg sehari, omset turun setengahnya,” katanya.