Miris! Sejumlah Pedagang Gorengan di Pangandaran Tak Bisa Jualan karena Minyak Goreng Langka

Kasihan para pedagang gorengan, minyak goreng langka pada nggak jualan," ujar wati.

Ari Syahril Ramadhan
Kamis, 24 Maret 2022 | 06:00 WIB
Miris! Sejumlah Pedagang Gorengan di Pangandaran Tak Bisa Jualan karena Minyak Goreng Langka
ILUSTRASI pedagang gorengan. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

“Sekarang saya dapat pasokan minyak goreng kemasan saja 5 dus sekali belanja. Seminggu tiga kali dapat kiriman dijatah. Kalau minyak goreng curah sama sekali nggak ada,” pungkasnya.

Sementara salah seorang pedagang gorengan Ana (40) mengatakan, harga gorengan seperti bala-bala, mendoan, gehu dan lainnya dijual Rp 1500, padahal biasanya cuma Rp 1000.

“Otomatis harga gorengan juga naik, mengikuti harga minyak goreng. Biasanya saya jual Rp 1000-an, sekarang terpaksa dinaikkan. Harga jual gorengan juga menjadi Rp 1500-an, supaya ada lebihnya,” kata Ana.

Ana mengaku sekali jualan bisa menghabiskan 4 kilogram tepung. Namun sejak minyak goreng langka dan harga gorengan naik, pembeli jadi jarang.

Baca Juga:Menperin: 39 Perusahaan Siap Pasok 9.000 Ton Minyak Goreng Curah ke Pasar

“Saya biasanya habis 4 kilogram tepung, karena kenaikan harga berkurang menjadi 2 kg sehari, omset turun setengahnya,” katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak