Proses pembangunannya pun dipimpin oleh Sunan Kalijaga dengan arsitek Raden Sepat (dari Majapahit) bersama dengan 200 orang pembantunya (tukang) yang berasal dari Demak. Alhasil bangunan masjid ini cukup unik karena menyajikan akulturasi budaya dengan gaya bangunan Hindu.
Berdasarkan cerita rakyat, masjid ini dibangun dalam waktu satu malam, sehingga bisa digunakan untuk salat subuh keesokan harinya. Bila ditilik dari sisi lain, masjid yang menjadi destinasi wisata ikonik di Cirebon ini juga merupakan wujud rasa cinta Sunan Gunung Jati kepada istrinya, Nyi Mas Pakungwati.
Salah satu kekhasan dari Masjid Sang Cipta Rasa ini adalah azan pitu atau azan yang dikumandangkan oleh tujuh muazin. Saat ini, hanya di waktu salat Jumat tradisi azan pitu dilakukan. Azan pitu yang menjadi simbol perlawanan terhadap sosok Menjagan Wulu yang dengki dengan penyebaran Islam itu tetap dipertahankan hingga kini dan menjadi identitas Masjid Agung Sang Cipta Rasa.
Masjid Agung Al-Imam Majalengka
Baca Juga:5 Ide Kegiatan Ngabuburit Seru yang Wajib Kamu Coba, Mana Favoritmu?
Masjid Agung Al-Imam terletak di sebelah barat Alun-alun Majalengka. Masjid terbesar di Kota Kuda ini memiliki desain yang estetik. Masjid Agung Al-Imam dilengkapi dengan empat menara yang menjulang di setiap sisinya.
Tampak dari luar, masjid ini dilengkapi ornamen yang detail dan indah. Hamparan rumput sintetis di pinggir masjid juga menjadi spot rehat yang menarik usai melaksanakan ibadah dalam masjid.
Masjid Al Imam ini merupakan wakaf atau peninggalan dari Kiai Imam Syafari, kakek dari pahlawan nasional KH Abdul Halim. Masjid ini awalnya dibangun secara sederhana dengan bentuk panggung yang di bawahnya terdapat kolam kecil.
Masjid Raya Bandung menjadi salah satu ikon dari Kota Bandung yang cukup terkemuka. Dua menara kembar setinggi 81 meter yang menjulang menjadi pemandangan menakjubkan yang pertama kali terlihat masjidini.
Baca Juga:Kisah Syekh Abdul Syakib Sebarkan Syiar Islam di Bandung Selatan
Dibangun pada tahun 1810, Masjid Raya Bandung yang sebelumnya bernama Masjid Agung. Majisid ini dibangun bersamaan dengan dipindahkannya pusat Kota Bandung dari Krapyak.