Miris Hidup Pahlawan Tanpa Tanda Jasa di Tapal Batas KBB-Cianjur, Puluhan Tahun jadi Honorer

Pria berusia 75 tahun merupakan seorang guru honorer di pelosok Kabupaten Bandung Barat (KBB)

Galih Prasetyo
Minggu, 19 Juni 2022 | 16:20 WIB
Miris Hidup Pahlawan Tanpa Tanda Jasa di Tapal Batas KBB-Cianjur, Puluhan Tahun jadi Honorer
Ilustrasi guru honorer

Tercatat ia hanya menerima penghargaan Guru Daerah Terpencil (Gurdacil) dua kali. Ketika itu Hadjarudin menerima sekitar Rp 1,7 juta. Namun setelahnya tidak ada lagi apresiasi.

"Kalau temen-temen saya yang seangkatan udah banyak yang jadi PNS. Cuma saya aja yang gagal waktu ikut tes," tuturnya.

Kini diusia senjanya, ia masih tercatat sebagai guru honorer di SDN Babakan Sirna, Bandung Barat. Ia merasa masih sanggup untuk mengajar, meskipun harus menempuh perjalanan yang lumayan jauh.

Dengan upah Rp 350 ribu setiap bulannya, Hadjarudin bertugas mengajar sebagai guru kelas II. Meski berdomisili di Cianjur, ia berharap ada perhatian dari Pemkab Bandung Barat sebab sudah puluhan tahun dirinya mengabdi di wilayah yang kini dipimpin Plt Bupati Hengky Kurniawan itu.

Baca Juga:Fakta Guru Honorer di Toraja: Punya Gelar S2 Mengajar di Pelosok, Gaji Rp500 Ribu Per Bulan

"Kadang saya jalan, tapi sekarang lebih sering antar jemput sama anak angkat saya. Jaraknya ada sekitar 5 kilometer ke sekolah," ucap Hadjarudin.

Kepala Sekolah SDN Babakan Sirna, Dadang Hikmat Subagia mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, Hadjarudin mengajar disekolah yang dipimpinnya itu sejak tahun 1998.

"Memang dari dulu honorer. Dulu beliau pernah mengajar Bahasa Sunda, tapi sekarang pegang kelas II," terang Dadang.

Bagi para guru lainnya di sekolah tersebut, Hadjarudin merupakan sosok panutan dan senior yang patut ditiru. Sebab, meskipun hanya berstatus non PNS, semangatnya untuk mendidik tidak pernah kendor. Termasuk di usia senjanya kini.

Dadang mengaku sosoknya masih dibutuhkan hingga saat ini, sebab di SDN Babakan Sirna masih kekurangan tenaga pendidik. Bahkan, di sekolah tersebut tidak ada guru khusus PJOK, sehingga untuk mata pelajaran olahraga harus diemban oleh guru kelas.

Baca Juga:Ganjar Pranowo Angkat Ribuan Guru Honorer di Jateng Jadi PPPK

Meski begitu, kata Dadang, pihaknya tidak melarang apabila Hadjarudin sewaktu-waktu ingin berhenti. "Beliau kami anggap sebagai sesepuh, orang tua kami. Memang sampai sekarang dibutuhkan karena beliau pegang kelas karena ada guru honor yang pindah," ujar Dadang.

Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak