SuaraJabar.id - Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi, Jawa Barat sejak Jumat 6 Oktober 2022 membuat kondisi jembatan gantung Leuwidingding di atas Sungai Cimandiri yang menghubungkan Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, dengan Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi cukup mengkhawatirkan.
Hal ini disebabkan pondasi jembatan yang tergerus air sungai Cimandiri.
"Peristiwa tersebut terjadi ketika debit air yang cukup deras menghantam tembok penahan jembatan yang mengakibatkan tembok tersebut longsor sehingga jembatan hampir terputus," kata warga sekitar, Imat Surahmat mengutip dari Sukabumiupdate--jaringan Suara.com
Ditambahkan warga, panjang jembatan sekitar 25 meter, lebar 1,5 meter, dan tanah yang tergerus air Sungai Cimandiri sepanjang 50 meter.
Baca Juga:Gempa Magnitudo 5.5 Guncang Banten, Getaran Terasa hingga Sukabumi
Menurut Imat, warga sudah berkomunikasi dengan BPBD, Babinsa, dan sejumlah pihak terkait untuk menangani bencana ini.
Saat ini upaya penanganan sedang dilakukan BPBD, Babinsa, serta P2BK Gunungguruh dan Jampangtengah. Untuk penanganan lebih lanjut, kata Imat, dibutuhkan perbaikan pada jembatan tersebut agar bisa digunakan lagi.
Imat mengatakan yang bahaya adalah adanya jalur listrik tegangan tinggi di sekitar jembatan.
"Kalau kabel listriknya putus bisa nyangkut ke besi jembatan gantung dan menimbulkan bahaya karena ada setrumnya. Sementara jembatan masih bisa dilewati, namun ke depan kalau ada banjir bandang lagi akibat hujan dengan intensitas tinggi akan roboh jembatan gantungnya," ungkapnya.
Baca Juga:8 Kabupaten dan Kota di Jawa Barat Siaga Banjir dan Longsor, Masyarakat Diimbau Hati-hati