SuaraJabar.id - Pecah kongsi antara Ketua dan Wakil Ketua Dewan Transisi Sipil Sudan Burhan dan Hemedti berbuntut panjang. Pasukan Bantuan Cepat (RSF) dan Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) terlibat konflik bersenjata pada pertengahan April 2023 lalu.
Konflik bersenjata membuat diplomatik asing di sana ramai-ramai mengungsikan warganya dari Sudan, termasuk Indonesia.
Salah satu Warga Negara Indonesia (WNI) yang berhasil menyelamatkan diri dari konflik militer di Sudan adalah Risma Kuraisyin (25), warga Lingkungan Jelat, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar.
Risma berhasil menghindar dari konflik bersenjata di Sudan usai melalui proses dan perjalanan yang cukup panjang untuk bisa keluar dari zona berbahaya.
Baca Juga:Bulgari, Vila Mewah di Uluwatu Milik Dita Soedarjo-Mantan Pacar Denny Sumargo
“Perjalanan pulang cukup panjang. Kita naik bus dari Kota Khartoum, keluar dari zona merah ke tempat yang ada pelabuhan dengan memakan waktu sekitar 16 jam perjalanan darat,” tutur Risma Kuraisyin, Kamis (4/5/2023).
Kemudian, di tempat tersebut ia harus menginap selama satu hari untuk bisa melanjutkan perjalanan menuju Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Sudan.
“Kita melanjutkan perjalanan menggunakan kapal ke Jeddah, dan memakan waktu sekitar 20 atau 24 jam perjalanan. Setelah itu kita disambut oleh Pemerintah Saudi dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah,” terangnya.
Selanjutnya, ia diterbangkan ke Indonesia menggunakan pesawat Garuda bersama dengan 300 WNI lainnya yang masuk ke dalam pemulangan kloter pertama.
“Saya masuk kloter pertama karena bersama anak-anak, jadi diprioritaskan. Ada sekitar 800 orang, termasuk TKI dan mahasiswa. Kurang lebih 5 hari perjalanan sampai bisa ke Indonesia,” ungkapnya.
Baca Juga:Pangandaran Masih Jadi Primadona, Kunjungan Libur Lebaran 2023 ke Jawa Barat Meningkat
Lanjut Risma, awalnya ia berangkat ke Sudan pada bulan November 2016 lalu untuk mengenyam pendidikan.
“Saya pribadi awalnya kuliah, tapi alhamdulillah sudah selesai dua tahun yang lalu. Kemudian menikah dan sekarang ikut suami. Tapi suami masih di Sudan karena bekerja di Kantor KBRI,” imbuhnya.
Risma pun sangat berterimakasih kepada Pemerintah Indonesia, karena saat ini sudah bisa beraktivitas dengan tenang dan berkumpul bersama keluarga.
“Alhamdulillah sekarang sudah sampai rumah dan berkumpul dengan keluarga. Terima kasih kepada Pemerintah Indonesia yang sudah memfasilitasi kepulangan saya dan dua anak saya,” pungkasnya.