Kapolsek Sukaraja Kompol Birman Simanullang mengungkap bahwa pengeboran sumur dilakukan selama satu bulan namun tidak memperoleh meski telah dibor lebih dari 100 meter. Petugas BPBD menjelaskan, mereka mencium bau seperti belerang di dekat lokasi. Gas metana pada semburan terukur di atas 14.000 ppm-m.
"Kebocoran terjadi saat aktivitas pengeboran sumur air oleh warga sedalam kurang lebih 100 meter yang tiba-tiba mengeluarkan semburan air bercampur gas. Setelah dilakukan pemantauan khusus oleh PGN, diketahui bahwa gas Metana yang terukur diatas 14.000 ppm-m. Tim Reaksi Cepat BPBD melaporkan bahwa semburan air bercampur gas tersebut mencapai 20 meter dengan tekanan yang berangsur menurun," bunyi keterangan dari laman resmi BPBD Kabupaten Bogor, dikutip SuaraJabar.id Jumat (13/10/2023). Sebanyak 52 warga mengungsi ke kerabat sampai situasi normal kembali.