Isak Tangis Ibu Kandung NS di Sukabumi: Minta Keadilan atas Kematian Tragis Anaknya

Perwakilan keluarga dari ibu kandung NS, Rizki Rahmatullah (31) menyampaikan duka mendalam sekaligus harapan agar kasus kematian putrinya dapat diungkap secara terang.

Andi Ahmad S
Minggu, 22 Februari 2026 | 21:27 WIB
Isak Tangis Ibu Kandung NS di Sukabumi: Minta Keadilan atas Kematian Tragis Anaknya
Isak tangis Lisna, ibu kandung NS di depan keranda jenazah anaknya. (Sumber : Tangkapan layar video)
Baca 10 detik
  • Siswa NS (13) meninggal di RSUD Jampangkulon pada Kamis sore, 19 Februari 2026, saat menempuh pendidikan di SMPIT Darul Ma'arif.
  • Keluarga berharap kasus kematian NS diusut tuntas secara adil dan terang karena adanya kejanggalan pernyataan orang tua.
  • NS, yang tinggal bersama ibu sambung, merupakan anak kandung Lisnawati yang berpisah sejak NS berusia dua tahun.

SuaraJabar.id - Isak tangis ibu kandung NS (13) yakni Lisnawati (31) pecah saat melihat langsung jenazah sang anak tersayangnya harus meninggal lebih dulu.

Perwakilan keluarga dari ibu kandung NS, Rizki Rahmatullah (31) menyampaikan duka mendalam sekaligus harapan agar kasus kematian putrinya dapat diungkap secara terang dan adil.

Diketahui, NS siswa kelas 1 di SMPIT Darul Ma'arif sekaligus santri pondok pesantren di Kampung Cileungsir, Desa Cibodas, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi meninggal di RSUD Jampangkulon pada Kamis sore (19/2/2026).

Semasa hidupnya, NS tercatat berdomisili di Kampung Cimandala, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade. Namun dalam keseharian, ia tinggal bersama ibu sambungnya di Kampung Talagasari, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon.

Baca Juga:5 Poin Penting Ibu Tiri NS di Sukabumi Bantah Keras Tuduhan Kekerasan

Kepergian NS untuk selama-lamanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga, teman sekolah, dan rekan-rekan sesama santri. Terlebih bagi ibu kandungnya, Lisnawati, yang turut menghadiri prosesi pemakaman putranya pada hari Jumat sore (20/2/2026).

Lisnawati, yang akrab disapa Lisna dan kini berdomisili di Cianjur, tidak kuasa menahan kesedihan saat dimintai keterangan.

“Pihak keluarga, khususnya ibu kandung (Lisna), hanya meminta keadilan. Kami berharap kasus ini bisa dibuka secara terang-benderang, karena masih banyak kejanggalan dari setiap pernyataan, baik dari ayah kandung maupun ibu tiri,” ujar Rizki kepada sukabumiupdate.com -jaringan Suara.com, Minggu (22/2/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Lisnawati menikah dengan ayah NS sekitar tahun 2011–2012 dan berpisah saat NS masih berusia sekitar dua tahun. Setelah perceraian, NS sempat diasuh oleh ibu kandungnya hingga berusia tujuh tahun.

Selanjutnya, NS dibawa oleh ayahnya ke wilayah Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, dengan janji akan membiayai pendidikan dan kebutuhan pesantrennya.

Baca Juga:Ibu Tiri di Sukabumi Bantah Tuduhan: NS Meninggal Karena Sakit, Bukan Kekerasan

Diketahui, NS merupakan anak kedua dari Lisnawati, pernikahan kedua dengan Anwar Satibi. Dari pernikahan pertamanya, Lisnawati memiliki seorang anak perempuan. Sementara dari pernikahan saat ini, Lisna memiliki tiga anak, terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak