- Penipuan belanja daring menjelang Idulfitri marak menggunakan Instagram, menargetkan konsumen produk merek ternama.
- Akun Instagram Bellvania.idn diduga menipu korban melalui penawaran pakaian dengan harga menarik di tautan situs web.
- Korban mengalami kerugian karena barang tidak terkirim setelah pembayaran dan akhirnya diblokir oleh pengelola akun.
SuaraJabar.id - Euforia belanja daring menjelang Hari Raya Idul Fitri kembali diwarnai bayang-bayang menakutkan fenomena penipuan belanja online yang semakin marak.
Modus kejahatan ini kini memanfaatkan kecanggihan platform media sosial, khususnya Instagram, dengan menawarkan produk dari merek ternama untuk menarik minat konsumen yang ingin tampil gaya di hari raya.
Salah satu akun yang dilaporkan oleh sejumlah konsumen adalah akun Instagram dengan nama Bellvania.idn. Akun tersebut diduga kuat menjalankan modus penipuan dengan menawarkan berbagai produk pakaian untuk Hari Raya Idul Fitri melalui tautan situs web yang diarahkan dari media sosial.
Dalam situs web yang berafiliasi dengan akun Instagram Bellvania.idn tersebut, produk pakaian yang dijual memiliki kisaran harga mulai dari Rp225.000 hingga Rp935.000.
Baca Juga:Shalat Id dan Open House di Pakansari, Bupati Bogor Ajak Warga Bersilaturahmi
Penawaran harga yang menarik untuk produk-produk yang terlihat berkualitas tinggi membuat sejumlah konsumen tergiur untuk melakukan pembelian secara daring.
Salah satu korban asal Bogor, Pita, mengaku awalnya tidak menaruh curiga sama sekali terhadap akun tersebut karena terlihat sangat meyakinkan.
Ia menjelaskan bahwa iklan yang muncul di fitur Reels Instagram menampilkan jumlah komentar, tanda suka dan bagikan yang sangat banyak, menciptakan kesan bahwa akun tersebut kredibel dan populer.
"Awalnya saya percaya karena iklan Reels Instagram yang lewat itu komentarnya banyak, like dan share juga banyak," kata Pita kepada wartawan, Jumat (13/3/2026), menceritakan bagaimana ia terjebak.
Menurutnya, akun tersebut juga memiliki jumlah pengikut lebih dari 53 ribu akun sehingga tampak seperti toko daring yang terpercaya.
Baca Juga:Getaran Doa di Keramat Empang Bogor: Saat Puluhan Ribu Umat Bersimpuh Menjemput Lailatul Qadar
Setelah melakukan pemesanan, ia diarahkan untuk melakukan proses pembayaran melalui situs web.
“Setelah checkout, saya menerima invoice melalui email, jadi benar-benar terlihat seperti akun resmi,” ujarnya.
Namun, setelah pembayaran dilakukan, barang yang dipesan tidak kunjung diterima. Saat menanyakan nomor resi pengiriman, pihak akun tersebut tidak memberikan jawaban jelas.
“Setiap saya tanya resi selalu mengelak. Akhirnya saya malah diblokir,” kata Pita.
Pengalaman serupa juga dialami oleh Saras, seorang konsumen asal Surabaya. Ia mengatakan sempat meminta pengembalian dana setelah menyadari adanya kejanggalan dalam proses transaksi.
Menurut Saras, pihak pengelola akun menyampaikan bahwa proses pengembalian dana membutuhkan waktu hingga 14 hari. Namun, setelah itu ia diminta mengirimkan tangkapan layar saldo rekening.