- Fasilitas eskalator di Terminal Leuwipanjang mati saat arus balik Lebaran 2026 karena ketiadaan mekanik selama libur.
- Pemudik mengeluhkan maraknya asap rokok di area publik terminal yang mengancam kenyamanan dan kesehatan.
- Kepala Terminal mengakui lemahnya penegakan aturan merokok dan akan mengevaluasi manajemen fasilitas tersebut.
Mengenai masalah asap rokok, Asep mengklaim bahwa terminal telah menyediakan ruang khusus di lantai dua dan area di shelter kantor Perusahaan Otobus (PO). Namun, ia mengakui bahwa penegakan aturan masih lemah.
"Tapi memang belum terbatas hanya di tempat itu, jadi masih ada yang di jalur bus, jalur penumpang, di bawah pohon dan lainnya. Tapi tidak ada yang di area gedung, karena sudah tahu," ucapnya.
Asep berjanji akan menjadikan ini bahan evaluasi untuk menentukan titik area merokok yang jauh dari kerumunan dan menambah tempat pembuangan sampah rokok.
Kondisi Terminal Leuwipanjang selama Lebaran 2026 ini menyoroti urgensi perbaikan manajemen fasilitas publik. Ketiadaan mekanik eskalator saat puncak kepadatan penumpang dan lemahnya penegakan aturan merokok adalah masalah fundamental yang harus segera diatasi. Kenyamanan dan kesehatan pemudik seharusnya menjadi prioritas utama, bukan sekadar janji evaluasi yang tak kunjung terealisasi.
Baca Juga:Horor Macet Cikidang: Curhat Ibu yang Anaknya Terpaksa Tidur di Selokan