- Helikopter TNI AU diterjunkan pada Selasa pagi untuk memadamkan kebakaran TPA Galuga di Cibungbulang.
- Api berasal dari lahan pertanian pada Senin sore dan merambat ke area pembuangan sampah lama.
- Bupati Bogor memastikan tidak ada korban jiwa dan luas lahan terbakar masih dalam tahap penghitungan.
SuaraJabar.id - Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Cibungbulang, mendapat perhatian serius. Pada Selasa pagi, helikopter milik TNI Angkatan Udara (AU) diterjunkan langsung ke lokasi untuk membantu proses pemadaman dari udara.
"Kami dibantu TNI Angkatan Udara dengan sistem water bombing, yaitu penyiraman melalui udara menggunakan helikopter dari Lanud Atang Sendjaja," ujar Bupati Bogor, Rudy Susmanto, saat meninjau langsung area kebakaran, dilansir dari Antara, Selasa (8/9/2026).
Pemadaman melalui udara dilakukan untuk menjangkau sejumlah titik api yang sulit dicapai kendaraan pemadam. Lokasi kebakaran berada di bagian belakang kawasan TPA yang berjarak cukup jauh dari akses utama.
Menurut Rudy, petugas harus menyambungkan sejumlah selang pemadam hingga mencapai panjang sekitar 400–500 meter. Jauhnya jarak tersebut membuat tekanan air semakin berkurang ketika mencapai titik api.
Baca Juga:Titik Api 500 Meter dari Akses Utama, Helikopter TNI AU Dikerahkan Padamkan TPA Galuga
“Titik api berada di ujung paling belakang sehingga mobil pemadam kebakaran tidak bisa mengakses ke dalam,” ujarnya.
Kebakaran terjadi sejak Senin (7/9) sekitar pukul 16.00 WIB dan membesar pada tengah malam. Api mulai dapat dikendalikan sekitar pukul 03.30 WIB, tetapi masih menyisakan sejumlah titik yang harus dituntaskan.
Rudy menjelaskan api berasal dari lahan pertanian yang bersebelahan dengan TPA Galuga, bukan dari timbunan sampah aktif. Kebakaran kemudian merambat hingga area pembuangan sampah lama yang sudah tidak digunakan.
Pemadaman di darat melibatkan personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, TNI, serta Polres Bogor. Kepolisian juga mengerahkan kendaraan water cannon untuk menyemprot titik-titik api.
Selain melakukan penyiraman, petugas membuat parit pembatas antara lahan pertanian dan area TPA untuk mencegah api merambat ke timbunan sampah aktif.
Baca Juga:Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih
Rudy memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara luas lahan yang terbakar masih dihitung melalui pemantauan menggunakan pesawat nirawak atau drone.
Penyebab kebakaran juga belum disimpulkan karena petugas masih memprioritaskan pemadaman agar api tidak menjalar lebih luas.