Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Tidak hanya musibah kebakaran, krisis air bersih juga mengancam warga. Sebanyak 215.424 kepala keluarga (KK) kini tercatat terdampak bencana kekeringan.

Andi Ahmad S
Minggu, 13 September 2026 | 06:50 WIB
Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan
Foto udara persawahan yang kering terdampak musim kemarau di Desa Wening Galih, Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/bar]
Baca 10 detik
  • BPBD Jabar mencatat 193 kebakaran hutan seluas 325,87 hektare di 121 kecamatan hingga 8 September 2026.
  • Bencana kekeringan akibat kemarau berdampak pada 215.424 kepala keluarga di berbagai wilayah Jawa Barat.
  • Tim gabungan berhasil memadamkan titik api di Taman Nasional Gunung Ciremai setelah terjadi kebakaran 40 hektare.

SuaraJabar.id - Dampak musim kemarau di Jawa Barat kian meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat, hingga 8 September 2026, amukan si jago merah telah menghanguskan lahan seluas 325,87 hektare yang tersebar di 121 kecamatan.

Tidak hanya musibah kebakaran, krisis air bersih juga mengancam warga. Sebanyak 215.424 kepala keluarga (KK) kini tercatat terdampak bencana kekeringan.

"Hingga 8 September 2026, tercatat sebanyak 193 kejadian kebakaran hutan dan lahan di 121 kecamatan, dengan total luas lahan terbakar mencapai 325,87 hektare," ujar Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar, Hadi Rahmat Hardjasasmita, dilansir dari Antara.

Sementara dampak kekeringan merambah 205 kecamatan dengan tingkat yang terparah direspons melalui pengerahan 17,69 juta liter air bersih oleh BPBD Jabar bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca Juga:Bupati Bogor : Kebakaran TPA Galuga Meluas Hingga 7,1 Hektare

Data BPBD Jabar mengonfirmasi sebaran luas lahan terbakar terbanyak berada di Kabupaten Majalengka, Sukabumi, Subang, Sumedang, Bandung, Kuningan, Cirebon, hingga Pangandaran.

Eskalasi karhutla paling kritis menghantam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Blok Cileutik, Desa Singkup, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan sejak Senin (7/9), yang membakar lahan seluas 40 hektare.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menegaskan karhutla Gunung Ciremai beserta bencana kekeringan di daerah terus mendapatkan atensi penanganan ketat dari pemerintah pusat dan daerah.

"Kondisi terkini pada Rabu (9/9/2026) menunjukkan tim gabungan masih melakukan pemadaman, penyekatan, dan pendinginan. Sementara pada pukul 20.00 WIB titik api sudah tidak terlihat meski penyekatan dan pendinginan masih terus dilakukan," ujar Berton.

Pemadaman di TNGC dilakukan secara manual dan menggunakan jetshooter oleh tim gabungan yang terdiri atas petugas TNGC, BPBD Kuningan, TNI, Polri, serta aparatur setempat.

Baca Juga:Titik Api TPA Galuga Padam, Petugas Fokus Urai Asap Tebal Pakai Alat Berat

Meski tidak ada korban jiwa, BPBD Jabar mendesak pemenuhan kebutuhan tambahan personel, peralatan pemadam karhutla, serta dukungan logistik di lapangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini