- Indonesia menjadi tuan rumah IMSO ke-23 di Kota Depok pada 2 hingga 7 Oktober 2026.
- Sebanyak 404 siswa dari 23 negara mengikuti kompetisi matematika dan sains tingkat sekolah dasar tersebut.
- Peserta menjalani berbagai bentuk uji kemampuan teori, eksplorasi, serta eksperimen sains selama perlombaan berlangsung.
SuaraJabar.id - Indonesia menjadi tuan rumah International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 yang digelar pada 2-7 Oktober 2026.
Kompetisi matematika dan sains tingkat sekolah dasar tersebut diikuti 404 siswa dari 23 negara. Indonesia mengirimkan 63 peserta, terdiri atas 32 siswa bidang matematika dan 31 siswa bidang sains.
Pembukaan IMSO ke-23 digelar di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (PPSDM Kemendikdasmen), Kota Depok, Sabtu (3/10/2026).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan IMSO menjadi sarana untuk mengembangkan bakat sekaligus menumbuhkan kecintaan anak terhadap matematika dan sains sejak dini.
Baca Juga:PERADI Profesional Gandeng UI, Dorong PKPA Tak Sekadar Formalitas Calon Advokat
Menurutnya, pertemuan peserta dari berbagai negara juga menjadi kesempatan untuk membangun persahabatan dan jejaring antartalenta muda.
Ia berharap penyelenggaraan IMSO dapat menginspirasi anak-anak Indonesia untuk semakin tertarik mempelajari matematika dan sains.
“Dengan penyelenggaraan acara ini dapat juga menginspirasi anak muda Indonesia untuk lebih mencintai matematika dan juga lebih mencintai sains, dua bidang yang juga menjadi prioritas Bapak Presiden,” ujar Abdul Mu’ti.
Abdul Mu’ti mengatakan Kemendikdasmen juga mengembangkan konsep STEM 5M, yakni pembelajaran yang mudah, murah, menggembirakan, mindful, dan meaningful.
“Karena selama ini ada stigma matematika dan sains itu dua bidang yang sulit dan mahal. Kami ingin mengubah stigma itu dengan gerakan STEM 5M,” jelasnya.
Baca Juga:Secangkir Kopi Muhammadiyah dan Cerita Kehangatan Bersama Rudy Susmanto di Leuwiliang
Saat ditanya mengenai bonus apabila Indonesia berhasil menjadi juara umum IMSO ke-23, Abdul Mu’ti mengatakan pemerintah akan memberikan apresiasi kepada para peserta.
Menurutnya, apresiasi tersebut tidak selalu diberikan dalam bentuk uang, tetapi dapat berupa kesempatan mengikuti program atau kegiatan di luar negeri.
“Ya insya Allah nanti kita berikan bonus, tapi bonus itu nggak selalu berupa uang ya,” katanya.
“Mungkin bonusnya kalau juara kita kirim ke negara mana, kita beri kesempatan mereka mengikuti program apa, itu kan bonus juga,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Umum IMSO 2026, Raden Ridwan Hasan Saputra, mengatakan persiapan peserta dilakukan melalui pelatihan daring sekitar empat jam per hari yang kemudian dilanjutkan dengan karantina menjelang perlombaan.
Ia menjelaskan, perlombaan berlangsung selama dua hari, yakni Minggu dan Senin.