Menurut Bobby Renaldi, Founder TP Jazz Management sekaligus General Manager The Papandayan Hotel Bandung, penyelenggaraan TPJF tahun ini menunjukkan semakin besarnya keterlibatan komunitas dan semakin kuatnya dampak festival terhadap ekosistem jazz yang dibangun selama lebih dari satu dekade.
"Kami melihat adanya peningkatan animo, terutama dari komunitas yang terlibat. Di samping itu juga kami melihat nilai-nilai manfaat keberadaan The Papandayan Jazz Fest terhadap ekosistem yang dibangun semakin baik menurut saya," ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan oleh Mohammad Mirdal Akib, CEO Media Group, yang menilai konsistensi TPJF sebagai salah satu kekuatan utama festival ini.
"Event yang mungkin di Indonesia yang masih real jazz itu salah satunya adalah The Papandayan Jazz Fest. Yang selalu konsisten dari awal didirikan sampai sekarang, bahkan saat situasi COVID pun The Papandayan Jazz tetap diselenggarakan dalam format online pada saat itu. Mudah-mudahan dengan event ini, musik jazz bisa terus lestari dan dinikmati di kalangan segala usia masyarakat Indonesia," katanya.
Lebih dari sebelas tahun sejak pertama kali digelar, The Papandayan Jazz Fest telah berkembang menjadi lebih dari sekadar festival musik. Ia menjadi ruang pertemuan antara musisi senior dan generasi baru, antara tradisi dan inovasi, antara jazz dan berbagai bentuk ekspresi musikal lainnya.
Baca Juga:BRI Lewat BRILink Agent Buka Akses Keuangan Bagi Warga Pelangiran di Daerah Perairan Terpencil
Melalui konsistensi, keberanian berkolaborasi, serta komitmennya terhadap regenerasi dan pengembangan ekosistem, TPJF 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu festival jazz paling penting di Indonesia, sebuah rumah bagi jazz yang terus tumbuh, berevolusi, dan menemukan pendengarnya dari generasi ke generasi. The Papandayan Jazz Fest tahun ini didukung oleh Kota Baru Parahyangan, BRI, Ron88, MLD Spot dan Mojang Jajaka Kota Bandung. ***