Pemprov Jabar Siapkan Pusat Komando Darurat di Cirebon dan Purwakarta, Ada Apa?

Pemprov Jabar siapkan command center darurat di Cirebon dan Purwakarta untuk antisipasi gempa Sesar Lembang dan jaga kelangsungan pemerintahan.

Ronald Seger Prabowo
Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:49 WIB
Pemprov Jabar Siapkan Pusat Komando Darurat di Cirebon dan Purwakarta, Ada Apa?
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman memberikan keterangan mengenai rencana penyiapan pusat komando darurat di Cirebon dan Purwakarta sebagai langkah mitigasi dampak gempa akibat aktivitas Sesar Lembang di Bandung, Jawa Barat, Rabu (14/10/2026). ANTARA/Ricky Prayoga
Baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan pusat komando darurat di Cirebon dan Purwakarta untuk mengantisipasi dampak gempa Sesar Lembang.
  • Gubernur Dedi Mulyadi menginstruksikan penggunaan gedung negara dan pengadaan anggaran lewat APBD 2027 guna menjamin kelangsungan pemerintahan.
  • Sekretaris Daerah Herman Suryatman menekankan pentingnya edukasi mitigasi gempa agar masyarakat mampu menyelamatkan diri saat bencana terjadi.

SuaraJabar.id - Pemprov Jabar menyiapkan pusat komando darurat (command center) di Cirebon dan Purwakarta.

Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi dampak gempa akibat aktivitas Sesar Lembang, terutama jika bencana tersebut mengganggu wilayah Bandung Raya dan melumpuhkan pusat pemerintahan di Bandung.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, kedua daerah tersebut dipilih berdasarkan kajian awal yang menunjukkan lokasinya relatif lebih aman dari potensi dampak langsung aktivitas Sesar Lembang.

"Khusus di Cirebon dan Purwakarta yang berdasarkan kajian awal relatif lebih aman dari potensi dampak Sesar Lembang, Pak Gubernur meminta agar disiapkan command center sederhana," kata Herman melansir ANTARA, Rabu (14/10/2026).

Baca Juga:Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia

Herman menjelaskan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah menginstruksikan penyiapan fasilitas pusat komando di gedung negara milik pemerintah provinsi yang berada di kedua daerah tersebut.

Pusat komando itu direncanakan dilengkapi perangkat pemantauan, aplikasi pendukung, serta ruang operasional untuk mengendalikan penanganan bencana. Fasilitas tersebut juga disiapkan untuk menjaga keberlangsungan operasional pemerintahan apabila kantor pemerintahan di Bandung tidak dapat berfungsi.

"Pusat kendali tersebut perlu dilengkapi aplikasi dan ruang operasional yang dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan penanganan bencana. Dengan begitu, kantor pemerintah di Cirebon maupun Purwakarta dapat difungsikan sebagai pusat komando apabila diperlukan," ujarnya.

Menurut Herman, Pemprov Jabar memiliki sejumlah kantor pemerintahan di beberapa daerah, antara lain Bandung, Cirebon, Purwakarta, Bogor, dan Garut. Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari perencanaan untuk memastikan pelayanan dan koordinasi pemerintahan tetap berjalan saat terjadi bencana berskala besar.

Selain menyiapkan gedung dan sistem pendukung, pemerintah provinsi juga perlu memastikan ketersediaan sarana penanganan darurat, termasuk alat berat dan perlengkapan lainnya.

Baca Juga:BRI Dirikan Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum BRI Peduli di NTT

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki sejumlah kantor pemerintahan, termasuk di Bandung, Cirebon, Purwakarta, Bogor, dan Garut. Perlu dipastikan sarana pendukung yang dibutuhkan ketika bencana terjadi tersedia, termasuk alat berat dan perlengkapan lainnya," kata Herman.

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemprov Jabar tengah menyiapkan usulan anggaran yang akan dibahas bersama DPRD dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027. Anggaran itu direncanakan untuk memenuhi kebutuhan perangkat pemantauan, sistem aplikasi, dan infrastruktur teknologi informasi.

"Kita sudah membahas hal ini agar perencanaan dan penganggarannya dapat dipersiapkan, terutama karena sekarang kita memasuki pembahasan APBD 2027," ujarnya.

Di samping menyiapkan pusat komando alternatif, Pemprov Jabar juga menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi mitigasi gempa kepada masyarakat, khususnya warga di wilayah yang berpotensi terdampak aktivitas Sesar Lembang.

Herman mengatakan, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat diperlukan untuk mengurangi risiko korban jiwa ketika bencana terjadi. Warga diharapkan memahami langkah penyelamatan diri, melindungi keluarga, serta membantu orang-orang di sekitarnya sesuai kondisi yang memungkinkan.

"Yang tidak kalah penting adalah edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai cara menyelamatkan diri ketika bencana terjadi. Minimal, masyarakat harus mampu menyelamatkan dirinya sendiri, keluarganya, dan orang lain di sekitarnya," kata Herman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini