SuaraJabar.id - Andi Malewa bukan nama baru di kalangan pengamen jalanan di kawasan Depok, Jawa Barat. Dia pendiri Institut Musik Jalanan (IMJ). Di sana, para pengamen jalanan jadi naik kelas.
Andi Malewa ngamen selama puluhan tahun dari bus ke bus, dari pemukiman ke pemukiman dan dari jalanan ke jalanan. Hingga akhirnya Andi Malewa mendirikan IMJ.
"Kami sebagai pemusik jalanan ingin sekali masuk industri musik Indonesia dan diakui, serta memperoleh ruang waktu itu awal dibentuknya IMJ. Karena kami memiliki bakat musik," kata Andi Malewa, kepada Suara.com, Kamis (4/4/2019) kemasrin.
Andi Malewa menilai para pengamen jalan banyak dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Namun, bagi dirinya pengamen adalah seorang yang memiliki seni dan bakat dalam bermusik.
"Satu hal ada yang harus saya luruskan, bahwa di jalanan ada pengemis berkedok pengamen,dan preman berkedok pengamen.Tapi kami memiliki kemampuan dan seni untuk memenuhi kehidupan, sehari-hari dengan cara bermusik," kata Andi ketika ditemui di Jalan Margonda, Kota Depok, Jawa Barat.
Ditambah lagi niat awal membentuk IMJ, melihat seluruh kota bergerak menjadi smart city, modernisasi di mana - mana. Namun tidak ada yang memperhatikan musisi jalanan. Lalu adanya peraturan daerah di semua kota melarang pengamen berekspresi dan beraktifitas. Maka itu, perlu ada pengakuan baik itu lisensi atau apapun jenisnya, agar mampu berekspresi di ruang publik.
"Sejak 2016 para pengamen yang masuk IMJ sudah naik kelas bisa mengamen di mal dan pusat belanja di wilayah Jabodetabek," tuturnya.
Tidak hanya naik kelas ngamen di pusat belanja, kata dia, penghasilannya pun lumayan. Sekarang anak - anak pengamen yang masuk IMJ bisa mendapatkan penghasilan yang baik.
"Biasanya untuk bawa pulang Rp 50 ribu sulit, tapi sekarang sekali pentas bisa dapat Rp 400 ribu. Peralatan musik juga kebeli yang bagus, kontrakan terbayar, juga anak - anak mereka bisa sekolah," ulasnya.
Baca Juga: Kepergok Curi Ponsel Warga, 2 Pengamen di Bekasi Apes Dikeroyok Massa
Andi mengatakan, awal terbentuk IMJ sejak itu mulai menjaring kurang lebih 500 pengamen se - Jabodetabek. Ada beberapa persyaratan ketat masuk di IMJ, seperti mulai dari KTP hingga menunjukkan surat keterangan bebas Narkoba.
"Dari ratusan pengamen itu kita jaring lagi, menjadi 120- an yang kami pecah menjadi kelompok - kelompok musik. Mereka tampil di mall - mall itu," jelasnya.
IMJ ini kata diakui oleh Kementerian Pendidikan melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan melalui Subdit pertunjukan mamasukkan program IMJ. Program itu lanjutnya, yaitu bekerjasama dengan pusat - pusat perbelanjaan di wilayah Jabodetabek, untuk menampung kreatifitas para pengamen jalanan.
"Jadi, di situ kami bisa beraktifitas menghibur pengunjung mall dan memperoleh penghasilan layak. Pengumuman diberikan kepada para pengamen jalanan bahwa kita naik kelas," beber dia.
Andi Malewa pun mengakui bahwa pembentukam IMJ dan pencapaian sekarang ini membutuhkan kesabaran, keikhlasan, dan kerja keras. Ada satu yang ada dibenak Andi ketika itu niat kuat untuk membuat IMJ.
Kontributor : Supriyadi
Berita Terkait
-
Pura-pura Ngamen, Pria Mabuk Curi HP di Bekasi Bonyok Diamuk Warga
-
Pengamen Viral ala Pieter Lennon Asal Yogya : Ngamenlah dengan Terhormat
-
Suaranya Tak Kalah dari Syahrini, Ibu Berjilbab Ngamen di Warung Viral
-
Resahkan Sopir Truk, Pemalak di Tanjung Priok Diciduk Polisi
-
Demi Membayar Utang, Pegawai Asuransi di Jakarta Mengamen Lagu Seriosa
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
Terkini
-
Tega Lakukan Kekerasan Seksual, Anak Tiri di Cirebon Laporkan Ayah Sambung ke Polisi
-
Persib vs PSM Makassar: 6 Poin Penting Pesan Pak Haji Umuh untuk Jaga Tahta Klasemen
-
'Satu Foto Sejuta Cerita' Dedie A. Rachim Terpukau oleh Karya Jurnalistik di APFI 2026
-
Tanpa Bojan Hodak dan Dua Pilar Asing, Bos Umuh Tuntut Persib Tetap Bermental Juara
-
Terungkap! Pembunuhan Pelajar di Bantaran Citarum: Pisau Dapur Sudah Disiapkan Pelaku