SuaraJabar.id - Ketua KPU Kota Bekasi, Nurul Sumarheni mengatakan banyak salinan C1 di setiap Tempat Pemugutan Suara (TPS) yang hilang setelah pencoblosan. Ia menyebut hampir semua salinan C1 Pemilu 2019 hilang dari 6.720 TPS yang ada di Kota Bekasi.
"Hal itu mengakibatkan proses pleno rekapitulasi perhitungan suara di tingkat PPK kecamatan terkendala," kata Nurul kepada Suara.com, Kamis (25/4/2019).
Nurul menjelaskan, hilangnya salinan C1 yang tertempel di setiap TPS itu membuat para saksi dari partai politik meminta petugas PPK membuka model C1 Plano.
"Ya, itu yang menjadi kendala. Saksi-saksi dari partai meminta kepada petugas PPK membuka C1 plano untuk mengadu data," ungkap Nurul.
Pembukaan C1 plano kata dia, tidak saja terjadi untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Namun, banyak ditemukan dari Pemilihan Legislatif.
"Yang banyak itu legislatif ya, mulai sekarang kan masih DPR RI. Kemungkinan besar terjadi pada DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota," ujarnya.
Meski demikian, Nurul menargetkan pleno rekapitulasi suara Pemilu 2019 di tingkat kota dapat berlangsung, Senin 6 Mei 2019 mendatang.
Nurul kemudian berharap rekapitulasi suara di tingkat kecamatan dapat segera rampung sebelum tanggal 30 April 2019.
Meski demikian, sesuai jadwal yang diberikan KPU, rekapitulasi tingkat kecamatan paling lambat hingga tanggal 4 mei 2019.
Baca Juga: Kerja Sampai Meninggal, KPU Evaluasi Upah KPPS yang Sangat Kecil
"Kita berharap tanggal 30 sudah selesai ya temen-temen, mungkin Bekasi Utara yang agak lebih lama karena dia lebih dari 800 TPS. Mudah-mudahan akhir bulan selesai semua," ujar Nurul.
Ia menjelaskan, proses rekapitulasi di tingkat kecamatan ini dilakukan per jenis pemilihan. Untuk pemilihan presiden dari 12 PPK di Kota Bekasi seluruhnya sudah rampung.
"Sekarang progres penghitungan sejauh ini sedang berjalan penghitungan DPR RI, bertahap satu per satu jenis pemilihan dihitung baru setelah semua selesai diserahkan ke KPU tingkat kota," pungkasnya.
Diketahui, Pemungutan suara dalam Pemilu 2019 telah usai digelar Rabu (17/4/2019) lalu.
Masyarakat pun kini menanti hasil rekapitulasi perhitungan suara atau real count oleh KPU.
Proses rekapitulasi dilakukan secara berjenjang. Mulai dari TPS lanjut ke tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.
Berita Terkait
-
Dilema Partai Koalisi Jokowi di Jambi: Kuat di Pileg, Loyo di Pilpres
-
Yakin Prabowo Menang, Ferdinand: Pemenang Pemilu Ditentukan Penghitung
-
Djoko Santoso Sebut Kemenangan Prabowo 80 Persen, PSI: Besok 212 Persen
-
Sudah Jadi Ritual Politik, Mahfud: Tuduhan KPU Curang akan Menyasar ke MK
-
Politisi Demokrat: Rommy Ancam Bongkar Dana Pilpres Jika Tak Dilindungi
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun
-
Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya
-
Gara-Gara Utang Rp30 Ribu, Dua Pria di Sukabumi Duel Pakai Golok, Satu Luka Berat
-
Pemkab Garut Tetapkan Status Tanggap Darurat Kebakaran TPA Pasirbajing
-
BRILink Agen Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas Masuk Kategori Jawara dan Juragan