SuaraJabar.id - Ketua Gerakan Rijalul Islam (GARIS) Bekasi Maulana Alhamdani menegaskan organisasinya tidak terafiliasi dengan ISIS.
"Soal ada afiliasi (ISIS) kami tidak ada hubungannya, kami korban salah tangkap. Saya cermati ada korelasi yang diinginkan kepolisian sama nama (GARIS). Padahal harusnya tahu dari logo saja kami (GARIS Bekasi) sudah beda sama yang di daerah lain (Cianjur)," ujarnya, Senin (27/5/2019).
Dikemukakan Maulana, selama ini petinggi kepolisian telah memberikan atensi kepada bawahannya untuk mengawasi pergerakan GARIS. Namun, yang dimaksud bukanlah GARIS yang ia dirikan.
"GARIS itu singkatannya ada dua yah, ada Gerakan Rijalul Islam (GARIS) milik kami, dan Gerakan Reformasi Islam (GARIS) Cianjur. Kami didirikan sejak tahun 2004 dan berbadan hukum, yayasan kami untuk sosial dan pendidikan," bebernya.
Kekinian, kata dia, pihaknya juga telah melakukan klarifikasi ke Polda Metro Jaya. Tujuannya untuk meluruskan apa yang telah polisi publikasi. Ia meminta agar kepolisian dapat teliti agar tidak ada pihak-pihak yang dirugikan.
Untuk diketahui, dalam aksi 22 Mei lalu, polisi menyatakan adanya temuan busur dan bambu runcing yang berada di dalam mobil ambulans berlogo GARIS.
Ambulans bernomor polisi B 1132 KIX berwarna hijau tersebut ditemukan di belakang Gedung Bawaslu RI, Jakarta.
Dari informasi yang diterima Suara.com, ambulans itu milik Gerakan Rijalul Islam (GARIS) yang bermarkas di permukiman padat Jalan Ki Mangun Sarkoro RT 05/03, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Mengenai adanya temuan busur dan bambu, hal tersebut dibantah Maulana Alhamdani. Meski begitu, Maulana membenarkan ambulans yang disita sebagai barang bukti oleh kepolisian memang milik kelompoknya.
Baca Juga: Soal Busur dan Panah Di Dalam Ambulans, Ketua Garis: Itu Klaim Polisi Saja
"Saya terangkan yah, ambulans itu milik yayasan kami (GARIS) bukan Ormas (Organisasi Masyarakat). Ambulans itu memang dipakai ke Jakarta untuk membantu mengantar logistik makanan, untuk buka puasa dan sahur," terang Maulana, Senin (27/5/2019) kepada Suara.com.
Kontributor : Mochamad Yacub Ardiansyah
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Menyambung Titik-Titik Wisata: Pentingnya Integrasi Transportasi Udara dan Industri
-
BRI Hadirkan THR Lebaran 2026 dalam Bentuk Emas, Ini 6 Cara Transfer di BRImo
-
Tetap Aman dan Nyaman Selama Lebaran 2026: BRI Sabrina WhatsApp 24 Jam Bantu Nasabah Lebih Cepat
-
Pantauan Langit Kapolda Jabar: Exit Tol Parungkuda "Adem Ayem", Puncak Mudik Ternyata Sudah Lewat
-
Mudik Seru ke Sukabumi! Anak Bisa Main Lego, Ayah Pijat Refleksi di Pos Penyu Gadobangkong